<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179</id><updated>2012-02-16T03:36:26.731-08:00</updated><title type='text'>SANDY</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-9223209634500586987</id><published>2011-05-22T18:16:00.002-07:00</published><updated>2011-05-22T18:31:35.971-07:00</updated><title type='text'>KESELAMATAN KERJA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.&lt;br /&gt;Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja. Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. Sejalan dengan itu, perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi UU No.12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.&lt;br /&gt;Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka dikeluarkanlah peraturan perundangan-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya yaitu Veiligheids Reglement, STBl No.406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada.&lt;br /&gt;Peraturan tersebut adalah Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja, baik di  darat, didalam tanah, permukaan air, di dalam air maupun udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk tekhnis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan, namun pada pelaksaannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya personil pengawasan, sumber daya manusia K3 serta sarana yang ada. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya untuk memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat, meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik.&lt;br /&gt;Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan. Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%.&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 PERKANTORAN&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan dengan pelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaitu indoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;•	Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya.&lt;br /&gt;•	Jaringan elektrik dan komunikasi.&lt;br /&gt;•	Kualitas udara.&lt;br /&gt;•	Kualitas pencahayaan.&lt;br /&gt;•	Kebisingan.&lt;br /&gt;•	Display unit (tata ruang dan alat).&lt;br /&gt;•	Hygiene dan sanitasi.&lt;br /&gt;•	Psikososial.&lt;br /&gt;•	Pemeliharaan.&lt;br /&gt;•	penggunaan Komputer.&lt;br /&gt;PERMASALAHAN K3 PERKANTORAN DAN REKOMENDASI&lt;br /&gt;Konstruksi gedung :&lt;br /&gt;•	Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan).&lt;br /&gt;•	Seleksi material, misalnya tidak menggunakan bahan yang membahayakan seperti asbes dll.&lt;br /&gt;•	Seleksi dekorasi disesuaikan dengan asas tujuannya misalnya penggunaan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;•	Tanda khusus dengan pewarnaan kontras/kode khusus untuk objek penting seperti perlengkapan alat pemadam kebakaran, tangga, pintu darurat dll. (peta petunjuk pada setiap ruangan/unit kerja/tempat yang strategis misalnya dekat lift dll, lampu darurat menuju exit door).&lt;br /&gt;Kualitas Udara :&lt;br /&gt;•	Kontrol terhadap temperatur ruang dengan memasang termometer ruangan.&lt;br /&gt;•	Kontrol terhadap polusi&lt;br /&gt;•	Pemasangan “Exhaust Fan” (perlindungan terhadap kelembaban udara).&lt;br /&gt;•	Pemasangan stiker, poster “dilarang merokok”.&lt;br /&gt;•	Sistim ventilasi dan pengaturan suhu udara dalam ruang (lokasi udara masuk, ekstraksi udara, filtrasi, pembersihan dan pemeliharaan secara berkala filter AC) minimal setahun sekali, kontrol mikrobiologi serta distribusi udara untuk pencegahan penyakit “Legionairre Diseases “.&lt;br /&gt;•	Kontrol terhadap linkungan (kontrol di dalam/diluar kantor).&lt;br /&gt;•	Misalnya untuk indoor: penumpukan barang-barang bekas yang menimbulkan debu, bau dll.&lt;br /&gt;•	Outdoor: disain dan konstruksi tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dll.&lt;br /&gt;•	Perencanaan jendela sehubungan dengan pergantian udara jika AC mati.&lt;br /&gt;•	Pemasangan fan di dalam lift.&lt;br /&gt;Kualitas Pencahayaan (penting mengenali jenis cahaya) :&lt;br /&gt;•	Mengembangkan sistim pencahayaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk membantu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. (secara berkala diukur dengan Luxs Meter)&lt;br /&gt;•	Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna, dekorasi dll.&lt;br /&gt;•	Menegembangkan lingkungan visual yang tepat untuk kerja dengan kombinasi cahaya (agar tidak terlalu cepat terjadinya kelelahan mata).&lt;br /&gt;•	Perencanaan jendela sehubungan dengan pencahayaan dalam ruang.&lt;br /&gt;•	Penggunaan tirai untuk pengaturan cahaya dengan memperhatikan warna yang digunakan.&lt;br /&gt;•	Penggunaan lampu emergensi (emergency lamp) di setiap tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan elektrik dan komunikasi (penting agar bahaya dapat dikenali) :&lt;br /&gt;Internal&lt;br /&gt;•	* Over voltage&lt;br /&gt;•	* Hubungan pendek&lt;br /&gt;•	* Induksi&lt;br /&gt;•	* Arus berlebih&lt;br /&gt;•	* Korosif kabel&lt;br /&gt;•	* Kebocoran instalasi&lt;br /&gt;•	* Campuran gas eksplosif&lt;br /&gt;Eksternal&lt;br /&gt;•	* Faktor mekanik.&lt;br /&gt;•	* Faktor fisik dan kimia.&lt;br /&gt;•	* Angin dan pencahayaan (cuaca)&lt;br /&gt;•	* Binatang pengerat bisa menyebabkan kerusakan sehingga terjadi hubungan pendek.&lt;br /&gt;•	* Manusia yang lengah terhadap risiko dan SOP.&lt;br /&gt;•	* Bencana alam atau buatan manusia.&lt;br /&gt;Rekomendasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran&lt;br /&gt;•	Penggunaan central stabilizer untuk menghindari over/under voltage.&lt;br /&gt;•	Penggunaan stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal ini untuk menghindari terjadinya hubungan pendek dan kelebihan beban.&lt;br /&gt;•	Pengaturan tata letak jaringan instalasi listrik termasuk kabel yang sesuai dengan syarat kesehatan dan keselamatan kerja.&lt;br /&gt;•	Perlindungan terhadap kabel dengan menggunakan pipa pelindung.&lt;br /&gt;Kontrol terhadap kebisingan :&lt;br /&gt;•	Idealnya ruang rapat dilengkapi dengan dinding kedap suara.&lt;br /&gt;•	Di depan pintu ruang rapat diberi tanda ” harap tenang, ada rapat “.&lt;br /&gt;•	Dinding isolator khusus untuk ruang genset.&lt;br /&gt;•	Hak-hal lainnya sudah termasuk dalam perencanaan konstruksi gedung dan tata ruang.&lt;br /&gt;Display unit (tata ruang dan letak) :&lt;br /&gt;•	Petunjuk disain interior supaya dapat bekerja fleksibel, fit, luas untuk perubahan posisi, pemeliharaan dan adaptasi.&lt;br /&gt;•	Konsep disain dan dan letak furniture (1 orang/2 m?).&lt;br /&gt;•	Ratio ruang pekerja dan alat kerja mulai dari tahap perencanaan.&lt;br /&gt;•	Perhatikan adanya bahaya radiasi, daerah gelombang elektromagnetik.&lt;br /&gt;•	Ergonomik aspek antara manusia dengan lingkungan kerjanya.&lt;br /&gt;•	Tempat untuk istirahat dan shalat.&lt;br /&gt;•	Pantry dilengkapi dengan lemari dapur.&lt;br /&gt;•	Ruang tempat penampungan arsip sementara.&lt;br /&gt;•	Workshop station (bengkel kerja).&lt;br /&gt;Hygiene dan Sanitasi :&lt;br /&gt;Ruang kerja&lt;br /&gt;•	Memelihara kebersihan ruang dan alat kerja serta alat penunjang kerja.&lt;br /&gt;•	Secara periodik peralatan/penunjang kerja perlu di up grade.&lt;br /&gt;Toilet/Kamar mandi&lt;br /&gt;•	Disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair.&lt;br /&gt;•	Membuat petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan closet duduk, larangan berupa gambar dll.&lt;br /&gt;•	Penyediaan bak sampah yang tertutup.&lt;br /&gt;•	Lantai kamar mandi diusahakan tidak licin.&lt;br /&gt;Kantin&lt;br /&gt;•	Memperhatikan personal hygiene bagi pramusaji (penggunaan tutup kepala, celemek, sarung tangan dll).&lt;br /&gt;•	Penyediaan air mengalir dan sabun cair.&lt;br /&gt;•	Lantai tetap terpelihara.&lt;br /&gt;•	Penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengolahannya tidak menggunakan minyak goreng secara berulang.&lt;br /&gt;•	Penyediaan bak sampah yang tertutup.&lt;br /&gt;•	Secara umum di setiap unit kerja dibuat poster yang berhubungan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://astaqauliyah.com&lt;br /&gt;         http://www.wikimu.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-9223209634500586987?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/9223209634500586987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/05/keselamatan-kerja_22.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/9223209634500586987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/9223209634500586987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/05/keselamatan-kerja_22.html' title='KESELAMATAN KERJA'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-2920487253171934458</id><published>2011-04-15T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T02:44:43.291-07:00</updated><title type='text'>jaminan sosial tenaga kerja</title><content type='html'>Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi lembaga jaminan sosial tenaga kerja terpercaya yang unggul dalam pelayanan dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang memenuhi perlindungan dasar bagi tenaga kerja serta menjadi mitra terpercaya bagi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tenaga Kerja: Memberikan perlindungan yang layak bagi tenaga kerja dan keluarga&lt;br /&gt;    * Pengusaha: Menjadi mitra terpercaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas&lt;br /&gt;    * Negara: Berperan serta dalam pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILOSOFI JAMSOSTEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;      JAMSOSTEK dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi resiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan dihari tua maupun keluarganya bila meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain.&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;      Agar pembiayaan dan manfaatnya optimal, pelaksanaan program JAMSOSTEK dilakukan secara gotong royong, dimana yang muda membantu yang tua, yang sehat membantu yang sakit dan yang berpenghasilan tinggi membantu yang berpenghasilan rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dari UU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatan buruh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentang pembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakin transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarah penting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusaha swasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukan wadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Program Jamsostek memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada akhir tahun 2004, Pemerintah juga menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan perubahan pada pasal 34 ayat 2, dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengesahkan Amandemen tersebut, yang kini berbunyi: "Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan". Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Perseroan yang mengedepankan kepentingan dan hak normative Tenaga Kerja di Indonesia terus berlanjut. Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 (empat) program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penyelenggaraan yang makin maju, program Jamsostek tidak hanya bermanfaat kepada pekerja dan pengusaha tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan masa depan bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamsostek adalah singkatan dari jaminan sosial tenaga kerja, dan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial. PT Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana undang-undang jaminan sosial tenaga kerja.&lt;br /&gt;Sebagai program publik, Jamsostek memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (compulsory) bagi pengusaha dan tenaga kerja berdasarkan Undang-undang No.3 tahun 1992  mengatur Jenis Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK),sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meningkatkan pelayanan jamsostek tak hentinya melakukan terobosan melalui sistem online guna menyederhanakan sistem layanan dan kecepatan pembayaran klaim hari tua (JHT)&lt;br /&gt;[sunting] Peraturan tentang Jamsostek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pengaturan program kepesertaan jamsostek adalah wajib melalui Undang-Undang No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.&lt;br /&gt;    * Pengaturan tentang pelaksanaannya jamsostek dituangkan dalam:&lt;br /&gt;          o Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993.&lt;br /&gt;          o Keputusan Presiden No.22 Tahun 1993.&lt;br /&gt;          o Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per-12/Men/VI/2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Perlindungan oleh jamsostek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini memberikan perlindungan yang bersifat mendasar bagi peserta jika mengalami risiko-risiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh Program Jamsostek terbatas yaitu perlindungan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Peristiwa kecelakaan&lt;br /&gt;    * Sakit&lt;br /&gt;    * Hamil&lt;br /&gt;    * Bersalin&lt;br /&gt;    * Cacat&lt;br /&gt;    * Hari tua&lt;br /&gt;    * Meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal ini mengakibatkan berkurangnya dan terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis.&lt;br /&gt;[sunting] Filosofi jamsostek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamsostek dilandasi filosofi kemandirian dan harga diri untuk mengatasi risiko sosial ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian berarti tidak bergantung pada orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan dihari tua maupun keluarganya, bila meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan belas kasihan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : jamsostek.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-2920487253171934458?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/2920487253171934458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/04/jaminan-sosial-tenaga-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/2920487253171934458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/2920487253171934458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/04/jaminan-sosial-tenaga-kerja.html' title='jaminan sosial tenaga kerja'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-1163568060802853122</id><published>2011-02-23T02:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T02:25:10.940-08:00</updated><title type='text'>Pandangan Hak Perburuhan</title><content type='html'>LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Secara umum gerakan buruh di Indonesia diyakini telah atau tengah tidur panjang baik oleh elemen dan pendukung gerakan maupun - dan terutama - oleh kalangan yang berada di luar gerakan. Bahkan untuk sementara kalangan, gerakan buruh dianggap sudah tidak relevan dan tidak ada harapan. Pandangan semacam itu tidak sepenuhnya salah karena secara sistematis dan obyektif memang muncul fakta-fakta yang melahirkan dan menguatkan pandangan tersebut.&lt;br /&gt;Sejak Orde Baru berkuasa, politik perburuhan didominasi oleh warna korporatis dengan kebijakan-kebijakan perburuhan yang represif untuk mengendalikan serikat buruh yang membuahkan serikat buruh kuning yang jinak. Meskipun ada dinamika yang memunculkan riak-riak yang berbeda, dan memandang dari permukaan, secara umum hampir sepanjang Orde Baru praktis tak ada yang dapat disebut sebagai gerakan buruh. Namun pengamatan yang sedikit lebih mendalam memperlihatkan justru dalam tekanan, bibit-bibit gerakan terus disemai dan tumbuh dan merupakan penyumbang bagi bergeliatnya gerakan buruh di masa-masa setelahnya hingga kini.&lt;br /&gt;Setelah Orde Baru berakhir, peluang untuk lahirnya gerakan buruh melalui dibukanya pintu berserikat secara bebas dirayakan dengan munculnya begitu banyak serikat dalam jumlah yang mencengangkan yang menghasilkan perpecahan dan persaingan antar serikat. Kebebasan berserikat juga tidak menambah jumlah buruh yang berserikat, meskipun jumlah organisasi serikat buruh menjadi sangat banyak.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sejak paruh kedua satu decade orde reformasi, mulai muncul tunas-tunas yang tersemai untuk bangkitnya kembali gerakan buruh di tengah situasi yang sangat didominasi oleh kekuatan modal yang hampir sepenuhnya menentukan berapa luas ruang gerak yang dapat dimiliki oleh buruh. Situasi tersebut menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Studi ini ingin memahami jaringan perburuhan sebagai salah satu strategi memperjuangkan kepentingan buruh dalam konteks gerakan buruh di Indonesia dengan cara memotret pergerakan dan aktivitas para pelaku gerakan melalui kegiatan berjaringan yang dilakukan, dengan mengambil rentang waktu 1980 hingga 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS DAN PERTANYAAN PENELITIAN&lt;br /&gt;Perkembangan dan strategi berjaringan yang dilakukan oleh elemen-elemen gerakan buruh di Indonesia, dengan memusatkan jaringan yang muncul di Jakarta dengan sedikit perbandingan pengalaman dari Bandung. Dua pertanyaan yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;1. Bagaimana profil dan dinamika jaringan perburuhan dalam kurun 1980-2006?&lt;br /&gt;2. Apa keluaran dan apa dampak kegiatan jaringan perburuhan terhadap situasi  gerakan buruh saat ini? &lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut penelitian ini membagi pembabakan jaringan buruh dalam empat kurun waktu, masing-masing untuk periode 80an-90an, tahun 1991-1997, tahun 1998-2003 dan tahun 2004-2006. Pembabakan ini didasarkan pada kebijakan industrialisasi dan kebijakan perburuhan yang dominan yang menjadi konteks sekaligus factor penting yang mempengaruhi situasi dan dinamika jaringan buruh. Pembabakan dilakukan dalam upaya untuk dapat melihat kesinambungan, perubahan dan perkembangan yang terjadi yang menyangkut strategi berjaringan, aktor-aktor jaringan, isu utama yang diangkat yang akan memberikan gambaran mengenai perubahan strategi gerakan buruh dalam usaha menggapai kepentingannya. &lt;br /&gt;SUMBER INFORMASI&lt;br /&gt;Informasi dalam penelitian ini dikumpulkan secara kualitatif melalui wawancara dengan 18 orang aktivis SB, 8 orang aktivis LSM, 3 mantan aktivis perburuhan, 1 orang dari lembaga donor. Sumber lain adalah dokumen-dokumen yang dikeluarkan oleh jaringan-jaringan yang diteliti, catatan pertemuan jaringan, seminar, lokakarya yang diselenggarakan oleh elemen jaringan yang dihadiri atau dilibati oleh AKATIGA, data-data sekunder berupa dokumen-dokumen penelitian yang relevan dari AKATIGA dan dari penelitian yang dilakukan pihak lain. Sebagian dokumen juga berasal dari hasil penelitian Kosuke Mizuno dkk yang telah terbit sebagai Direktori Serikat Pekerja/Serikat Buruh Indonesia (AKATIGA-CSEAS 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERANGKA BERPIKIR&lt;br /&gt;Gambar di bawah ini menggambarkan kerangka yang digunakan untuk memahami situasi dan dinamika jaringan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DEFINISI KERJA&lt;br /&gt;Gerakan buruh adalah aksi-aksi (dalam berbagai bentuk) kaum pekerja untuk mendesakkan kepentingan mereka kepada pemerintah dan pengusaha. Gerakan buruh selain terdiri dari serikat buruh, juga LSM dan mahasiswa serta anggota kelas menengah dan akademisi (warga universitas dalam hal ini dosen).&lt;br /&gt;JARINGAN PERBURUHAN&lt;br /&gt;himpunan aktor-aktor perburuhan yang dibentuk untuk mempengaruhi atau mendesakkan kebijakan perburuhan tertentu.&lt;br /&gt;Temuan Penelitian.&lt;br /&gt;Dinamika, bentuk aksi dan hasil dari strategi berjaringan dipengaruhi oleh jalinan factor internal dan eksternal yang tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh aktor-aktor gerakan. Dengan kata lain tidak ada factor penyebab tunggal yang bekerja yang menentukan dinamika dan keluaran dari strategi berjaringan.&lt;br /&gt;Kebijakan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi yang bertumpu pada investasi asing dan didukung oleh pengendalian serikat buruh adalah kerangka dominan yang membingkai ruang gerak gerakan buruh selama Orde Baru berkuasa hingga senjakalanya. Ketika rezim Orde Baru berganti, tumpuan pada investasi asing semakin besar meskipun pengendalian terhadap serikat buruh sangat dikendurkan oleh Negara akan tetapi secara sistematis dilemahkan oleh modal dengan difasilitasi oleh pemerintah. Dengan kata lain modal adalah penentu utama, bila tidak satu-satunya, setting arena gerakan buruh di Indonesia sejak awalnya.&lt;br /&gt;Mencermati perkembangan situasi perburuhan selama empat periode, berikut ini adalah ciri-ciri yang muncul:&lt;br /&gt; Pada periode 80-90 dalam iklim SB tunggal jaringan perburuhan beranggota hanya serikat buruh dan dibentuk oleh sebagian serikat buruh lapangan kerja yang menolak unitarisme dari FBSI menjadi SPSI yang menghapus otoritas dan kewenangan SBLP dalam mengurus anggotanya dan mengalihkannya ke pengurus pusat SPSI. Aksi jaringan SBLP menghasilkan dikembalikannya kewenangan sector dan metode pendidikan untuk penguatan basis di tingkat pabrik sebagai ujung tombak kekuatan serikat. Keluaran dari metode pendidikan tersebut adalah aktivis-aktivis tingkat basis yang kritis terhadap SPSI dan pemerintah yang kelak menjadi tokoh serikat buruh alternatif.&lt;br /&gt;Di masa ini dikeluarkan kebijakan yang mengizinkan militer secara legal melakukan intervensi dan terlibat dalam kasus perselisihan perburuhan serta penempatan militer pensiun maupun aktif dalam jajaran manajemen maupun pengurus serikat merupakan hal yang jamak. Semua ini menandai rezim perburuhan yang sangat represif tetapi sekaligus memunculkan tokoh-tokoh perlawanan dari SPSI yang menjadi motor jaringan untuk melawan keterlibatan militer dalam urusan perburuhan.&lt;br /&gt;Akhir periode ini juga ditandai oleh munculnya LSM perburuhan yang bergerak untuk melakukan pembelaan terhadap eksploitasi dan kondisi kerja buruk yang dialami oleh buruh pabrik-pabrik padat karya yang menghasilkan garmen dan sepatu untuk pasar ekspor, ketika SPSI praktis tidak melakukan apa-apa. Selain melakukan pembelaan, LSM perburuhan juga melakukan pendidikan organisasi dan hak-hak buruh kepada para buruh di tingkat pabrik.&lt;br /&gt; Periode 90-97 ditandai oleh SB tunggal federatif dan dibukanya kebebasan untuk mendirikan SB tingkat basis meskipun tetap hanya satu serikat yang diakui pemerintah. SPSI yang tetap mandul di masa ini melahirkan jaringan perburuhan yang dimotori LSM dengan aksi-aksi menolak militerisme dan menolak UU Ketenagakerjaan 25/1997. Di masa ini pula lahir dua serikat buruh alternative yang juga dimotori oleh LSM. Sangat jelas dalam periode ini LSM memegang peran penting dalam membangun jaringan dan menggerakkan (isu-isu) buruh. Gerakan LSM perburuhan ini sama sekali terpisah dari SPSI sebagai institusi akan tetapi berjaringan dengan aktivis-aktivisnya yang tidak puas terhadap kinerja SPSI.&lt;br /&gt;Intervensi militer dalam urusan perburuhan semakin meresahkan dan menjadi isu utama yang diangkat oleh jaringan perburuhan yang dimotori oleh LSM. Iklim perlindungan HAM di tingkat internasional berhembus pula di Indonesia yang menyebabkan munculnya banyak LSM perburuhan dan kegiatan beberapa tokoh LSM tersebut antara lain adalah dibentuknya SB alternative. Pendirian SBSI dan pendeklarasiannya yang dihadiri oleh LSM perburuhan dan kelompok-kelompok buruh dampingan LSM dari Jawa dan Sumatera Utara menunjukkan sentralnya peran LSM dalam gerakan buruh di Indonesia.&lt;br /&gt;Kasus Marsinah tahun 1993 yang menghebohkan yang menjadi bukti intervensi militer melahirkan berbagai jaringan LSM dan mahasiswa untuk menggalang solidaritas dan memprotes keras kasus tersebut. Tekanan jaringan terhadap kasus ini cukup efektif juga karena didukung oleh media massa. Kasus ini diusut secara sangat berliku dan para pelakunya dijatuhi hukuman.&lt;br /&gt;Aksi buruh yang fenomenal yang dimotori oleh ketua SBSI yang mantan aktivis LSM, Mohtar Pakpahan terjadi di Medan tahun 1994 yang berhasil mengerahkan ribuan buruh untuk menuntut besaran upah minimum.&lt;br /&gt;LSM pula yang menjadi roh gerakan menolak UU Ketenagakerjaan tahun 25/97 di akhir senjakala Orde Baru. 12 LSM perburuhan bergabung dalam jaringan yang dinamai KPHP (Komisi Pembaruan Hukum Perburuhan) secara sistematis dan substansial melakukan aksi penolakan UU tersebut ditandai dengan dikeluarkannya buku yang berisi pemikiran para ahli mengenai mengapa UU itu harus ditolak. Dalam pandangan KPHP UU tersebut belum memuat hak-hak dasar buruh seperti jaminan atas pekerjaan, kebebasan berorganisasi dan mogok, lembaga penyelesaian perselisihan perburuhan yang adil. Aksi penolakan UU 25/97 juga dilengkapi dengan aksi massa oleh kelompok-kelompok buruh. Situasi politik yang rentan, awal krisis ekonomi dan aksi-aksi penolakan yang konsisten yang menyebabkan kepala-kepala pemerintahan yang silih berganti dalam kurun waktu amat pendek mengambil sikap aman dengan penundaan pemberlakuan UU tersebut menunjukkan penolakan ini sangat berhasil. Dan selama lima tahun UU untuk mengatur perburuhan kembali ke UU lama sebelum akhirnya dikeluarkan UU 13/2003.&lt;br /&gt;Dalam periode ini dikeluarkan kebijakan upah minimum dan untuk selanjutnya tuntutan upah minimum menjadi agenda aksi pokok dalam aksi-aksi buruh disamping agenda menolak kebijakan-kebijakan lain yang merugikan buruh.&lt;br /&gt;LSM juga membentuk jaringan untuk mengangkat isu perempuan dalam perburuhan yang selama ini selalu terpisah. Jaringan ini beranggotakan aktivis perempuan LSM yang mengurus isu perempuan dan kelompok-kelompok buruh perempuan serta berusaha memasukkan isu perempuan dalam jaringan LSM dan buruh yang menangani isu buruh secara umum. Kegiatan jaringan untuk isu buruh perempuan ini berhasil memasukkan gagasan tentang persoalan kesehatan reproduksi dan K3 dalam RUU PPK dan PHI melalui jaringan yang beranggotakan LSM dan buruh untuk isu buruh yang lebih umum meskipun kemudian karena jaringan tersebut bubar tak ada kelanjutan gagasan itu untuk diakomodasi dalam UU Ketenagakerjaan. Dalam kaitannya dengan pengangkatan isu perempuan, dibentuk jaringan buruh dan LSM yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan untuk mengurus organisasi buruh.&lt;br /&gt;Jaringan-jaringan perburuhan di masa ini dimotori oleh LSM perburuhan yang bekerja sama dengan kelompok-kelompok buruh di tingkat basis baik yang merupakan anggota SPSI maupun bukan, yang kritis. Penting dicatat bahwa SPSI sebagai sebuah organisasi tidak pernah terlibat dalam jaringan dan aksi-aksinya karena menganggap LSM perburuhan tidak memiliki kewenangan atau urusan dalam persoalan perburuhan. Pertautan hubungan yang intensif di antara LSM dengan kelompok buruh mengalami pasang surut dan menghasilkan sifat hubungan semacam ‘benci tapi rindu’ di antara keduanya. Beberapa pertemuan dilakukan di antara keduanya maupun internal masing-masing mengenai bagaimana sebaiknya peran LSM : menjadi serikat atau menjadi pendukung serikat. Perdebatan mengenai hal ini ternyata cukup tajam dan mampu menyebabkan perpecahan dalam jaringan. Di kalangan buruh LSM acap dianggap sebagai penjual buruh kepada para donor akan tetapi pada saat yang sama berbagai kebutuhan dana kelompok buruh dipenuhi melalui jaringannya dengan LSM yang secara langsung mempunyai hubungan dan akses kepada donor. Perdebatan ini tetap berlangsung di masa-masa setelahnya bahkan hingga saat ini (lihat misalnya indoprogress.blogspot.com/2007/10 dan /2008/03/).&lt;br /&gt;Patut dicatat di sini bahwa LBH adalah LSM yang sangat sentral dalam dinamika jaringan dan aksi buruh di Jakarta dan sekitarnya. Disanalah digagas dan dilaksanakan berbagai pembentukan dan aksi-aksi jaringan buruh. Bagaimanapun, peran LSM dalam membentuk jaringan dan menggerakkan aksi-aksi buruh di masa ini tak dapat disangkal. Demikian juga peran LSM dalam mendorong munculnya dua serikat buruh baru yang fenomenal di tengah rezim yang represif.&lt;br /&gt;Periode 1998-2003 ditandai dengan keragaman serikat buruh dengan munculnya kebebasan berserikat. Segera muncul puluhan serikat dan secara garis besar terdapat empat kelompok serikat buruh yakni kelompok SPSI, kelompok pecahan SPSI, kelompok serikat yang tak ada latar belakang serikat buruh dan kelompok SB dukungan atau bentukan LSM. Lima tahun pertama masa kebebasan berserikat memperlihatkan situasi yang memprihatinkan karena serikat buruh yang menjadi elemen utama gerakan selain sangat banyak ternyata juga sangat rentan terhadap perpecahan, SPSI mengalami perpecahan yang intensif. Tiga kelompok serikat lain juga tak kebal terhadap perpecahan yang parah dan merisaukan .&lt;br /&gt;Di tengah bermunculannya serikat, jaringan perburuhan yang dimotori oleh LSM dan kelompok serikat buruh independent serta kelompok serikat pecahan SPSI tetap aktif, berdampingan dengan kegiatan jaringan buruh yang dimotori dan beranggotakan para aktivis serikat pekerja kelompok pecahan SPSI dan serikat yang baru sama sekali. Jaringan-jaringan tersebut dibentuk untuk merespon peraturan mengenai pesangon dan proses kebijakan perumusan paket 3 UU Perburuhan dengan strategi masing-masing. Jaringan untuk menolak perubahan ketentuan pesangon sebagaimana dicantumkan dalam keputusan menteri no.78 tahun 2001 dan no.111 tahun 2001 dibentuk oleh SB dan LSM dengan melakukan tekanan melalui aksi massa yang dilakukan serentak di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Aksi penolakan ini kemudian tidak berlanjut karena perhatian dialihkan kepada isu RUU PPI dan PPK yang kelak menjadi UU Ketenagakerjaan dan UU PPHI.&lt;br /&gt;Jaringan yang digerakkan oleh LSM melakukan serangkaian kegiatan advokasi dengan konferensi pers, diskusi-diskusi pembahasan RUU, rapat dengar pendapat dengan parlemen yang dilengkapi dengan aksi massa dan permintaan peninjauan kembali UU 13/2003. Jaringan serikat kelompok pecahan SPSI mengambil strategi yang mirip dengan strategi jaringan LSM tetapi tanpa aksi massa dan wakil-wakil mereka dipilih oleh parlemen untuk membahas RUU 13/2003 dan 04/2004. Jaringan kelompok ini juga mendapatkan fasilitas dari pemerintah dalam berbagai bentuk antara lain penggunaan gedung Depnaker untuk mengadakan pertemuan-pertemuannya.&lt;br /&gt;Jaringan lain yang muncul masa ini adalah jaringan yang dibentuk untuk mendesak pemerintah agar secara resmi 1 Mei diakui sebagai hari buruh dan diperingati. Jaringan ini mendesakkan tuntutannya melalui aksi-aksi massa yang diorganisir dengan rapi dan memperluas anggota jaringan dengan merangkul media massa, mahasiswa, aktivis etnis Cina dan LSM miskin kota dan melakukan aksinya di setiap peringatan 1 Mei. Hingga kini 1 Mei memang dapat diperingati oleh buruh dengan berbagai aksi dan kegiatan. &lt;br /&gt;Muncul pula jaringan yang difasilitasi oleh donor antara lain jaringan untuk memantau pelaksanaan Code of Conduct dengan anggota para aktivis serikat dan LSM perburuhan.&lt;br /&gt;Di periode ini peran LSM sebagai penggerak jaringan menyurut dibandingkan periode sebelumnya dan serikat mulai memimpin dan mengambil inisiatif. Tampaknya ini semacam konsekuensi logis dari munculnya organisasi-organisasi buruh karena iklim kebebasan berserikat. Dan secara alamiah hal ini juga merupakan hasil dari proses-proses pendidikan dan pengkaderan yang selama ini dilakukan oleh para aktivis perburuhan.&lt;br /&gt;PERIODE 2004-2006&lt;br /&gt;Situasi kebijakan yang memberlakukan praktek buruh kontrak dan outsourcing melalui UU 13/2003 menjadi agenda utama jaringan-jaringan buruh yang di masa ini lebih banyak digerakkan oleh serikat. Strategi aksi massa untuk menolak praktek hubungan kerja yang sangat merugikan buruh itu dilakukan oleh berbagai jaringan buruh tidak saja di Jakarta tetapi juga di kota-kota lain. Peringatan 1 Mei menjadi saat yang selalu digunakan untuk mengangkat isu ini. Isu ini juga menyatukan buruh dari berbagai serikat dan dari berbagai sector termasuk sector jasa dan kerah putih yang selama ini tidak menjadi anggota jaringan. &lt;br /&gt;Masa ini muncul tanda-tanda serikat menjadi semakin solid setidaknya dengan dilakukannya aksi massa yang menggabungkan hampir semua kelompok serikat buruh. Satu aksi besar yang sangat berhasil yang dilakukan pada 1 Mei 2006 harus dicatat dalam sejarah gerakan buruh kita karena berhasil membatalkan rencana pemerintah untuk melakukan revisi terhadap UU 13/2003. Aksi ini seperti mengulang keberhasilan aksi jaringan yang menolak UU 25/1997.&lt;br /&gt;Dengan melihat jaringan-jaringan yang pernah ada dalam periode ini, dapat dikatakan bahwa dibandingkan pada periode sebelumnya, meski aktornya relatif tetap, jumlah jaringan yang terbentuk makin menyusut. Dalam jaringan-jaringan di periode ini, peran SB makin besar sementara peran LSM makin berkurang. Isu upah masih terus menjadi isu jaringan, sementara isu perempuan masih tetap marginal dan sulit untuk sinergi dengan isu yang dominan.&lt;br /&gt;Perkembangan terakhir menunjukkan sedang mulai terjadinya kristalisasi kekuatan serikat di tengah fragmentasi yang masih terus terjadi. Kristalisasi serikat terjadi dengan dibentuknya jaringan antar serikat dari keempat kelompok yang berusaha menyatukan agenda aksi untuk memberikan artikulasi yang lebih kuat terhadap persoalan-persoalan perburuhan yang paling meresahkan dan harus menjadi prioritas. &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;• Gerakan buruh di Indonesia tak pernah mati. Aksi-aksi buruh yang dilakukan dengan strategi berjaringan yang melibatkan elemen-elemen gerakan terus dilakukan baik secara berkesinambungan maupun secara independent. Kegiatan berjaringan sebagai upaya mengartikulasikan kepentingan buruh merupakan sebuah cara yang efektif untuk menjaga denyut gerakan buruh.&lt;br /&gt;• Dinamika, bentuk aksi dan hasil dari strategi berjaringan dipengaruhi oleh jalinan factor internal dan eksternal yang tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh aktor-aktor gerakan. Dengan kata lain tidak ada factor penyebab tunggal yang bekerja yang menentukan dinamika dan keluaran dari strategi berjaringan.&lt;br /&gt;• Terdapat kesinambungan kegiatan jaringan dari periode ke periode terutama dari sisi actor. Sebagian actor penggerak jaringan mempunyai kaitan sejarah dengan periode 80an baik sebagai pelaku maupun sebagai hasil kaderisasi yang terjadi dalam setiap periode. Usaha-usaha penguatan basis melalui kegiatan pendidikan keorganisasian dan hak-hak buruh yang terus-menerus dilakukan sangat bermanfaat dalam menyiapkan kader-kader pemimpin buruh dan gerakan saat ini. &lt;br /&gt;• LSM berperan penting dalam pembentukan jaringan-jaringan perburuhan khususnya di periode ketika serikat masih tunggal. Perannya menyurut seiring dengan munculnya serikat-serikat buruh yang semakin kuat dan berpengaruh.&lt;br /&gt;• Terdapat perkembangan strategi aksi jaringan dari yang berciri reaktif menjadi proaktif, dari hanya merespon situasi atau kebijakan yang tidak menguntungkan, berkembang menjadi mendesakkan kebijakan atau mengusulkan konsep-konsep baru. &lt;br /&gt;• Ditengah persaingan dan perpecahan serikat serta persoalan internal yang terus dihadapi baik oleh LSM maupun serikat, kemunculan jaringan-jaringan buruh menyiratkan bahwa hal-hal positif lah yang dibawa oleh masing-masing anggota jaringan sehingga tujuan pembentukan berbagai jaringan relative mencapai tujuannya. Dinamika jaringan juga menunjukkan adanya kesadaran bahwa aksi bersama akan lebih kuat pengaruhnya dibandingkan aksi individual dan hal ini melahirkan potensi kristalisasi kekuatan buruh di tengah situasi fragmentasi. &lt;br /&gt;• Terdapat kristalisasi kekuatan serikat buruh di tengah fragmentasi yang masih terus terjadi. Kristalisasi ini merupakan bukti bagaimana serikat buruh belajar bahwa perpecahan bersifat kontraproduktif terhadap gerakan dan kepentingan buruh, dan bahwa hanya pihak ‘musuh’ yang akan diuntungkan dari perpecahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : http://www.akatiga.org/index.php/penelitian/diseminasi/91-dinamika-perburuhan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-1163568060802853122?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/1163568060802853122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/02/pandangan-hak-perburuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1163568060802853122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1163568060802853122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2011/02/pandangan-hak-perburuhan.html' title='Pandangan Hak Perburuhan'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-439443080873596200</id><published>2010-11-30T08:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T08:29:33.389-08:00</updated><title type='text'>peranan di bidang IT dalam penanggulangan bencana alam</title><content type='html'>Pada saat ini, Indonesia sering sekali di beri teguran oleh Allah yang berupa musibah dan bencana alam. Sebut saja musibah Tsunami, banjir bandang, gunung meletus dll yang secara berurut menimpa bangsa kita. Musibah tersebut membuat hati kita sedikit tergugah untuk turut serta berpartisipasi dalam menanggulangi atau sedikit mengantisipasi musibah tersebut. Oleh sebab itu peranan kita dalam masing-masing bidang ,khususnya IT sangat berpengaruh untuk membantu mereka yang terkena ataupun yang belum terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan kita dalam bidang IT ini sangat banyak sekali implementasinya untuk masyarakat. Misalnya saja untuk menggalang bantuan bagi korban bencana, kita selaku pakar dalam bidang IT dapat membuat komunitas media maya unutk menggalang dana secara online. Kasus kedua untuk mengantisipasi korban yang berjatuhan, kita dapat membuat suatu komunitas informasi yang langsung dapat diketahui masyarakat secara langsung, misalnya saja radio Komunitas. Selain itu kita juga dapat membuat sebuah alat yang berupa sensor ataupun Alarm peringatan yang diletakkan di tempat masyarakat sekitar yang rawan dengan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek penting untuk membuat penanggulangan ini sebenarnya sederhana sekali, yaitu adanya kerjasama antara masyarakat sekitar dengan pemerintah serta para pelaku di bidang IT unutk memperoleh informasi yang akurat. Pada umunya peranan kita selaku pakar di bidang IT memiliki konsep proses penyampaian informasi dari bagian pengirim (server) ke penerima (client) ,dalam hal ini korban bencana Alam. Sehingga pengiriman informasi tersebut akan berjalan secara:&lt;br /&gt;* reliable&lt;br /&gt;* lebih cepat&lt;br /&gt;* lebih luas sebarannya, dan&lt;br /&gt;* lebih lama penyimpanannya.&lt;br /&gt;* tidak mudah rusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penalaran seperti diatas, Konsep ini menjadi acuan kita kenapa peranan kita selaku pakar dibidang IT sangat penting. Selain karena Prosesnya lebih cepat , hasil dan informasinya lebih akurat dan tertuju. Hal diatas merupakan contoh perwujudan dengan informasi saja, contoh yang sebelumnya dapat di implementasikan juga kemasyarakat sesuai dengan keahlian kita pada bidang IT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://diarcoolz.blogspot.com/2010/11/peranan-kita-dalam-penanggulangan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-439443080873596200?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/439443080873596200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/11/peranan-di-bidang-it-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/439443080873596200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/439443080873596200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/11/peranan-di-bidang-it-dalam.html' title='peranan di bidang IT dalam penanggulangan bencana alam'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-6054457457365883351</id><published>2010-11-30T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T08:23:47.190-08:00</updated><title type='text'>early warning tsunami / gunung untuk mencegah bahaya tersebut</title><content type='html'>Tsunami berasal dari bahasa Jepang. "tsu" berarti pelabuhan, "nami" berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik ke daratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab terjadinya Tsunami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau)&lt;br /&gt;* Tanah longsor didalam laut&lt;br /&gt;* Letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala dan Peringatan Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat.&lt;br /&gt;* Kejadian mendadak dan pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempa bumi besar dan susut laut.&lt;br /&gt;* Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempa bumi sebagai sumber tsunami dan waktu tiba tsunami di pantai mengingat kecepatan gelombang gempa jauh lebih besar dibandingkan kecepatan tsunami.&lt;br /&gt;* Metode pendugaan secara cepat dan akurat memerlukan teknologi tinggi.&lt;br /&gt;* Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar di bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelamatan Diri Saat Terjadi Tsunami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat. Janganlah ancaman bencana alam ini mengurangi kenyamanan menikmati pantai dan lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Mitigasi Dan Upaya Pengurangan Bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peningkatan kewaspadaaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya tsunami.&lt;br /&gt;2. Pendidikan kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah pantai tentang bahaya tsunami.&lt;br /&gt;3. Pembangunan Tsunami Early Warning System (Sistem Peringatan Dini Tsunami).&lt;br /&gt;4. Pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang beresiko.&lt;br /&gt;5. Penanaman mangrove serta tanaman lainnya sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.&lt;br /&gt;6. Pembangunan tempat-tempat evakuasi yang aman disekitar daerah pemukiman yang cukup tinggi dan mudah dilalui untuk menghindari ketinggian tsunami.&lt;br /&gt;7. Peningkatan pengetahuan masyarakat lokal khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang pengenalan tanda-tanda tsunami cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.&lt;br /&gt;8. Pembangunan rumah yang tahan terhadap bahaya tsunami.&lt;br /&gt;9. Mengenali karakteristik dan tanda-tanda bahaya tsunami.&lt;br /&gt;10. Memahami cara penyelamatan jika terlihat tanda-tanda akan terjadi tsunami.&lt;br /&gt;11. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tsunami.&lt;br /&gt;12. Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi terkait.&lt;br /&gt;13. Melengkapi diri dengan alat komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan Gunung Api&lt;br /&gt;Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.&lt;br /&gt;Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Utama (Primer)&lt;br /&gt;1.Awan Panas, merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya sangat tinggi, antara 300 - 700º Celcius, kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi, &gt; 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Lontaran Material (pijar),terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan, bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya tinggi (&gt;200ºC), ukuran materialnya pun besar dengan diameter &gt; 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai, bahkan mematikan mahluk hidup. Lazim juga disebut sebagai "bom vulkanik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hujan Abu lebat, terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. Karena ukurannya yang halus, material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan, mata, pencemaran air tanah, pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Lava, merupakan magma yang mencapai permukaan, sifatnya liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi, antara 700 - 1200ºC. Karena cair, maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya. Bila lava sudah dingin, maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Gas Racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO. Yang kerap menyebabkan kematian adalah gas CO2. Beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu, Gunung Api Dieng, Gunung Ciremai, dan Gunung Api Papandayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Tsunami, umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau, dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Ikutan (Sekunder)&lt;br /&gt;Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.&lt;br /&gt;* Membuat perencanaan penanganan bencana.&lt;br /&gt;* Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan.&lt;br /&gt;* Mempersiapkan kebutuhan dasar&lt;br /&gt;* Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi&lt;br /&gt;* Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.&lt;br /&gt;* Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.&lt;br /&gt;* Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.&lt;br /&gt;* Jangan memakai lensa kontak.&lt;br /&gt;* Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung&lt;br /&gt;* Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.&lt;br /&gt;* Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi&lt;br /&gt;* Jauhi wilayah yang terkena hujan abu&lt;br /&gt;* Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.&lt;br /&gt;* Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://ubalokajateng.blogspot.com/2008_11_01_archive.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-6054457457365883351?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/6054457457365883351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/11/early-warning-tsunami-gunung-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/6054457457365883351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/6054457457365883351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/11/early-warning-tsunami-gunung-untuk.html' title='early warning tsunami / gunung untuk mencegah bahaya tersebut'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-2786428995899031162</id><published>2010-10-05T22:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T22:10:09.493-07:00</updated><title type='text'>TIPS AGAR KITA TIDAK TELAT DALAM PEMBUATAN PENULISAN ILMIAH</title><content type='html'>Kuliah bagi mereka yang belum mempunyai tanggungan keluarga dan bekerja tidaklah terlalu sulit. Tergantung dari bagaimana mereka mampu menyesuaikan dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, bagi mereka yang sudah bekerja dan mungkin juga sudah berkeluarga kuliah akan jadi tantangan. Tidak jarang masa studi mereka molor dan bahkan bisa jadi kena DO (Drop Out).&lt;br /&gt;Biasanya ganjalan utama mereka hingga telat lulus adalah pengerjaan tugas akhirnya, baik itu berupa skripsi, tesis, maupun disertasi. Semakin lama mereka menunda untuk mengerjakan tugas akhir semakin mereka merasa susah untuk segera lulus. Mereka juga akan merasa terbebani akan hal tersebut. Ditambah lagi orang-orang di sekitar mereka yang meneror dengan pertanyaan, “kapan lulus?”. Ketika mahasiswa berada dalam kondisi yang demikian tidak ada salahnya melihat tips-tips sederhana berikut ini.&lt;br /&gt;1. Berdoalah kepada Alloh Swt agar diberikan kemudahan dalam segala urusan, khususnya dalam mengerjakan tugas akhir.&lt;br /&gt;2. Bangunlah keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda mampu menyelesaikan studi dalam waktu secepat-cepatnya.&lt;br /&gt;3. Jika Anda orang yang sangat sibuk, korbankan sebagian aktivitas Anda untuk lebih konsentrasi pada penyelesaian tugas akhir.&lt;br /&gt;4. Sampaikan masalah Anda kepada dosen pembimbing agar kita mendapat layanan khusus untuk cepat menyelesaikan tugas akhir.&lt;br /&gt;5. Buatlah jadwal kegiatan Anda dalam meyelesaikan tugas akhir dan patuhi jadwal tersebut. Buatlah target minimal dalam satu hari, misalnya satu hari harus bisa minimal membuat 2 halaman tugas akhir. Jangan sampai mundur dari jadwal, justru kalau bisa lebih cepat dari jadwal. Hal ini akan dapat menjaga mood Anda dalam menyelesaikan tugas akhir.&lt;br /&gt;6. Lakukan bimbingan secara intensif dengan dosen pembimbing. Selesai melakukan bimbingan segala masukan dari dosen pembimbing langsung ditindaklanjuti dan menyerahkan hasil perbaikan naskah tugas akhir pada keesokan harinya.&lt;br /&gt;7. Jangan mudah putus asa jika menghadapi dosen pembimbing yang susah ditemui. Tunggulah dengan sabar sambil mengerjakan kegiatan lain yang mendukung penyelesaian tugas akhir Anda, misalnya datang ke perpustakaan untuk mendapatkan referensi tambahan.&lt;br /&gt;8. Tetaplah fokus untuk mengerjakan tugas akhir Anda sampai selesai. Jangan sampai berhenti mengerjakan tugas akhir meskipun hanya 1 hari sekalipun karena itu akan berakibat fatal yang semakin memperlama selesainya tugas akhir.&lt;br /&gt;9. Lemkapilah semua persyaran-persyaratan yang di perlukan yang sudah di tentukan oleh unversitas masing-masing.&lt;br /&gt;Demikian tips-tips sederhana yang kiranya dapat diikuti oleh mahasiswa yang tidak kunjung lulus. Semoga dengan mengikuti tips tersebut Anda segera menyelesaikan studi dan kembali kepada keluarga dan pekerjaan dengan tenang.   sumber : www.google.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-2786428995899031162?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/2786428995899031162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/10/tips-agar-kita-tidak-telat-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/2786428995899031162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/2786428995899031162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/10/tips-agar-kita-tidak-telat-dalam.html' title='TIPS AGAR KITA TIDAK TELAT DALAM PEMBUATAN PENULISAN ILMIAH'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-4867050460816408812</id><published>2010-10-05T21:51:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T21:57:41.285-07:00</updated><title type='text'>etika profesi</title><content type='html'>ETIKA PROFESI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Etika&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah :&lt;br /&gt;• Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.&lt;br /&gt;• Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak&lt;br /&gt;• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adapt istiadat / kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;Perkembangan etika        studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral&lt;br /&gt;• Sony Keraf ( 1991 ) : moralitas adalah system tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia.&lt;br /&gt;• Frans Magnis Suseno ( 1987 ) : etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.&lt;br /&gt;• Moralitas menekankan, “ inilah cara anda melakukan sesuatu”&lt;br /&gt;• Etika lebih kepada, “mengapa untuk melakukan sesuatu itu harus menggunakan cara tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika &amp; Moral&lt;br /&gt;Secara etimologi etika dapat disamakan dengan Moral. Moral berasal dari bahasa latin “mos” yang berarti adapt kebiasaan.&lt;br /&gt;Moral lebih kepada rasa dan karsa manusia dalam melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika&lt;br /&gt;• Kebutuhan individu&lt;br /&gt;Korupsi          alasan ekonomi&lt;br /&gt;• Tidak ada pedoman&lt;br /&gt;Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan&lt;br /&gt;• Perilaku dan kebiasaan individu&lt;br /&gt;Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi&lt;br /&gt;• Lingkungan tidak etis&lt;br /&gt;Pengaruh dari komunitas&lt;br /&gt;• Perilaku orang yang ditiru&lt;br /&gt;Efek primordialisme yang kebablasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangsi Pelanggaran Etika&lt;br /&gt;• Sanksi Sosial&lt;br /&gt;Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.&lt;br /&gt;• Sanksi Hukum&lt;br /&gt;Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hokum Perdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika &amp; Teknologi&lt;br /&gt;• Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;• Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami.&lt;br /&gt;( otomatisasi mesin          refleks / kewaspadaan melambat )&lt;br /&gt;• Cara orang berkomunikasi, by email or by surat, membawa perubahan signifikan, dalam sapaan / tutur kata.&lt;br /&gt;• Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang “tertunda”&lt;br /&gt;• Emosi ( “touch” ) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIKA KOMPUTER :&lt;br /&gt;SEJARAH &amp; PERKEMBANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Etika Komputer&lt;br /&gt;• Era 1940 – 1950-an&lt;br /&gt;Diawali dengan penelitian Norbert Wiener ( Prof. dari MIT ) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat yang melintas di atasnya (PD II ).&lt;br /&gt;• Ramalannya tentang komputasi moderen yang pada dasarnya sama dengan system jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.&lt;br /&gt;• Era 1960-an&lt;br /&gt;Ungkapan Donn Parker : “that when people entered the computer center, they left their ethics at the door”.&lt;br /&gt;• Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis computer bisa mengetahui data apa saja secara cepat.&lt;br /&gt;• Era 1980-an&lt;br /&gt;Kemunculan kejahatan computer ( virus, unauthorized login, etc ).&lt;br /&gt;• Studi berkembang menjadi suatu diskusi serius tentang masalah etika computer. Lahirlah buku “Computer Ethics” ( Johnson, 1985 ).&lt;br /&gt;• Era 1990-an sampai sekarang&lt;br /&gt;Implikasi pada bisnis yang semakin meluas akibat dari kejahatan computer, membuat lahirnya forum-forum yang peduli pada masalah tersebut.&lt;br /&gt;( ETHICOMP by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-Isu Pokok Etika Komputer&lt;br /&gt;• Kejahatan Komputer&lt;br /&gt;Kejahatan yang dilakukan dengan computer sebagai basis teknologinya.&lt;br /&gt;Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services ( DoS ) / melumpuhkan target&lt;br /&gt;• Cyber ethics&lt;br /&gt;Implikasi dari INTERNET ( Interconection Networking ), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse.&lt;br /&gt;• Diperlukan adanya aturan tak tertulis        Netiket, Emoticon.&lt;br /&gt;• E-commerce&lt;br /&gt;Otomatisasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi  negative; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke-anonymouse-an tadi.&lt;br /&gt;• Pelanggaran HAKI&lt;br /&gt;Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst.&lt;br /&gt;• Tanggung jawab profesi&lt;br /&gt;Sebagai bentuk tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN ( Ikatan Profesi Komputer &amp; Informatika-1974 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia &amp; Kebutuhannya&lt;br /&gt;• Abdulkadir Muhammad ( 2001 )&lt;br /&gt;Mengklasifikasikan kebutuhan manusia sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Kebutuhan ekonomi ( material )&lt;br /&gt;b. Kebutuhan psikis ( non-materi )&lt;br /&gt;c. Kebutuhan biologis ( proses regenerasi )&lt;br /&gt;d. Kebutuhan pekerjaan ( kebutuhan akan status dan derajat )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan &amp; Profesi&lt;br /&gt;• Thomas Aquinas seperti dikutip Sumaryono ( 1995 ) mengatakan bahwa wujud kerja memiliki tujuan :&lt;br /&gt;a. Pemenuhan kebutuhan hidup &lt;br /&gt;b. Mengurangi tingkat pengangguran / kriminalitas&lt;br /&gt;c. Melayani sesame&lt;br /&gt;• Prifesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi.&lt;br /&gt;• Seorang petugas staf administrasi bisa berasal dari berbagai latar ilmu, namun tidak demikian halnya dengan Akuntan, Pengacara, Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus.&lt;br /&gt;• Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.&lt;br /&gt;• Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan &amp; teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi Profesional&lt;br /&gt;“Bekerjalah dengan cinta…&lt;br /&gt;Jika engkaun tidak dapat bekerja dengan cinta,&lt;br /&gt; Lebih baik engkau meninggalkannya..&lt;br /&gt;Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang&lt;br /&gt; Candi-candi, meminta sedekah kepada mereka&lt;br /&gt; Yang bekerja dengan penuh suka dan cita”&lt;br /&gt;( Kahlil Gibran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat – sifat berikut :&lt;br /&gt;a. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya&lt;br /&gt;b. Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan &lt;br /&gt;c. Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi&lt;br /&gt;• Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal.&lt;br /&gt;• Untuk menjadi orang yang professional, diperlukan : komitmen, tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita melihat lebih jauh tentang profesi di bidang teknologi informasi, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah pekerjaan di bidang teknologi informasi tersebut dapat dikatakan sebagai suatu profesi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi&lt;br /&gt;Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya.&lt;br /&gt;a. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak ( software ), baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :&lt;br /&gt;• Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system yang dianalisa sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;• Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.&lt;br /&gt;• Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.&lt;br /&gt;b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras ( hardware ).&lt;br /&gt;Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :&lt;br /&gt;• Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :&lt;br /&gt;• EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mis Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah system informasi, melakukan manajemen terhadap system tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi&lt;br /&gt; Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, criteria pekerjaan tersebut harus diuji.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staf operator computer ( sekedar mengoperasikan ), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tertentu.&lt;br /&gt; Adapun seorang software engineer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seseorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya.&lt;br /&gt;Julius Hermawan ( 2003 ), mencatat dua karakteristik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kompetensi&lt;br /&gt;Kompetensi yang dimaksud yaitu sifat yang selalu menuntut professional software engineer untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.&lt;br /&gt;2. Tanggung jawab pribadi&lt;br /&gt;Yang dimaksud yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi.&lt;br /&gt;Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar, seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak, seperti :&lt;br /&gt;a. Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak&lt;br /&gt;b. Manajemen sumber daya&lt;br /&gt;c. Mengelola kelompok kerja&lt;br /&gt;d. Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan di Bidang TI Standar Pemerintah&lt;br /&gt;  Mengingat pentingnya teknologi informasi bagi pembangunan bangsa maka pemearintah pun merasa perlu membuat standarisasi pekerjaan dibidang teknologi informasi bagi pegawainya.&lt;br /&gt;  Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi sejak tahun 1992.&lt;br /&gt;  Klasifikasi pekerjaan ini mungkin masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi secara umum. Terlebih kagi, deskripsi pekerjaan masih kurang jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan.&lt;br /&gt;  Pegawai Negri Sipil yang bekerja dibidang teknologi informasi, disebut pranata computer. Beberapa penjelasan tentang pranata computer sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pengangkatan Pejabat Pranata Komputer&lt;br /&gt;Pengangkatan Pegawai Negri Sipil dalam jabatan Pranata  Komputer ditetapkan oleh Mentri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi / Tinngi Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Nondepartemen dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1.&lt;br /&gt;b. Syarat-Syarat Jabatan Pranata Komputer&lt;br /&gt;- Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas pokok membuat, memelihara dan mengembangkan dan mengambangkan system dan atau program penelolahan dengan computer.&lt;br /&gt;- Berijazah serendah-rendahnya Sarjana Muda / D3 atau yang sederajat.&lt;br /&gt;- Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang computer dan pengalaman melakukan kegiatan di bidang computer.&lt;br /&gt;- Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang computer.&lt;br /&gt;- Setiap unsure penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya bernilai baik&lt;br /&gt;c. Jenjang dan Pangkat Pranata Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pembebasan sementara Pranata Komputer &lt;br /&gt;Untuk tetep berada pada jalur profesionalitasny, pemerintah juga menetapkan bahwa Pranata Komputer harus dapat mengumpulkan angka kredit minimal. Angka kredit minimal yang harus dikumpulkan adalah :&lt;br /&gt;1.  Asisten Pranata Komputer Madya sebanyak 20 angka kredit&lt;br /&gt;2.  Asisten Pranata Komputer sebanyak 20 angka kredit&lt;br /&gt;3.  Ajun Pranata Komputer Muda Sebanyak 20 angka kredit&lt;br /&gt;4.  Ajun Pranata Komputer Madya sebanyak 50 angka kredit&lt;br /&gt;5.  Ajun Pranata Komputer sebanyak 50 angka kredit&lt;br /&gt;6.  Ahli Pranata Komputer Pratama sebanyak 100 angka kredit&lt;br /&gt;7.  Ahli Pranata Komputer Muda sebanyak 100 angka kredit&lt;br /&gt;8.  Ahli Pranata Komputer Madya sebanyak 150 angka kredit&lt;br /&gt;9.  Ahli Pranata Komputer Utama Pratama sebanyak 150 angka kredit&lt;br /&gt;10. Ahli Pranata Komputer Utama Muda sebanyak 150 angka kredit&lt;br /&gt;e. Pemberhentian dari Jabatan Pranata Komputer Pejabat Pranata Komputer  diberhentikan dari jabatannya, apabila Pejabat Pranata Komputer yang telah dibebaskan sementara dari jabatannya tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan dalam waktu 3 tahun setelah pembebasan sementara.&lt;br /&gt;Selain itu, Pejabat Pranata Komputer juga dapat diberhentikan dari jabatannya, apabila Pejabat Pranata Komputer dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negri Sipil berdasarkan peraturan Pemerintah No.30 tahun 1980 dengan tingkat hukuman disiplin berat yang telah mempunyai kekuatan hokum yang tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standarisasi Profesi TI Menurut SRIG-PS SEARCC&lt;br /&gt;Adalah jenis pengelompokan lain untuk pekerja di kalangan teknologi informasi. Yang sering digunakan adalah pengklasifikasian standarisasi profesi di bidang teknologi informasi menurut SRIG-PS SEARCC.&lt;br /&gt;SEARCC ( South Asia Regional Computer Confideration ) merupakan suatu forumatau badan yang beranggotakan himpunan professional IT ( Information Technology-Teknologi Informasi ) yang terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pada Februari 1978, di Singapura oleh 6 ikatan computer dari Negara-negara tetangga seperti Hongkong, Indonesia Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.&lt;br /&gt;Indonesia sebagai anggota SEARCC telah aktif turu serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIG-PS ( Special Regional Interest Group on Professional Standarisation ) yang mencoba merumuskan standarisasi pekerjaan dalam dunia teknologi informasi.&lt;br /&gt;Model SEARCC untuk pembagian jobdalam lingkungan TI merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Beberapa kriteria menjadi pertimbangan dalam mengembangkan klasifikasi job ini, yaitu:&lt;br /&gt;a. Cross Country, cross-enterprise applicability&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa job yang diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap Negara pada region tersebut,serta memiliki kesamaan pemahaman atas setiap fungsi pekerjaan.&lt;br /&gt;b. Function Oriented bukan tittle oriented&lt;br /&gt;Klasifikasi pekerjaan berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau title yang diberikan dapat saja berbeda, tapi yang penting fungsi yang diberikan pada pekerjaan tersebut sama. Gelar atau title dapat berbeda pada Negara yang berbeda.&lt;br /&gt;c. Testable / certificable&lt;br /&gt;Klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu bahwa fungsi yang didefinisikan dapat diukur / diuji.&lt;br /&gt;d. Applicable&lt;br /&gt;Fungsi yang didefinisikan harus dapat diterakan pada region masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jenis pekerjaan dari skema di atas masing – masing memiliki 3 tingkatan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Supervised ( terbimbing )&lt;br /&gt;Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman, membutukan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya.&lt;br /&gt;2. Moderately supervised ( madya )&lt;br /&gt;Tugas kecil dapat dikerjakan oleh mereka, tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5 tahun pengalaman.&lt;br /&gt;3. Independent / Managing ( mandiri )&lt;br /&gt;Memulai tugas, tidak membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER : WWW.GOOGLE.COM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-4867050460816408812?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/4867050460816408812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/10/etika-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/4867050460816408812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/4867050460816408812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/10/etika-profesi.html' title='etika profesi'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-3347546277143167662</id><published>2010-05-25T23:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:56:11.568-07:00</updated><title type='text'>SANDI TIA SUTEJA “Mendirikan Bengkel Komputer”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zFwwfX3YI/AAAAAAAAAFY/T_U2SUqLDM0/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zFwwfX3YI/AAAAAAAAAFY/T_U2SUqLDM0/s400/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475468688416562562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melengkapi tugas dari mata kuliah softskill yaitu kewirausahaan. Penulisan ini juga saya lakukan karena saya sebagai orang teknik harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri nantinya. Setelah membaca kisah sukses yang sudah dialami oleh banyak orang, saya berniat ingin mendirikan bengkel komputer setelah saya lulus kuliah nanti.&lt;br /&gt; Melihat begitu sedikit peluang pekerjaan di Jakarta sekarang, membuat angka pengangguran di indonesia bertambah tiap tahunnya. Setelah lulus dari SMK di bidang Otomotif tahun 2007. Saya mulai berfikir, bagaimana agar saya tidak menjadi pengangguran. Dengan modal yang terbilang tidak terlalu besar saya mulai membuka sebuah bengkel pengecatan motor kecil-kecilan. Dibantu dengan 2 teman saya yang sudah berpenganlaman di bidang sprayer painting, kami mulai merintis usaha ini dengan sungguh-sungguh. Awalnya jalannya usaha ini sangat bagus, dengan mempromosikan pada satu motor milik pelanggan. Lama-kelamaan berkat berita dari mulut ke mulut bengkel kami mendapatkan order hingga 3 motor perminggu yang kami kerjakan.&lt;br /&gt; Namun jalannya usaha ini juga tidak terbilang lancar terkadang sering tetangga dekat rumah merasa terganggu karena bunyi kompresor yang tak berhenti. Setelah berjalan 5 bulan, kedua teman saya mendapat panggilan untuk test masuk menjadi karyawan di sebuah pabrik di bidang Manufaktur terbesar di indonesia yang berbeda. Dengan kemampuannya kini kedua teman saya bekerja menjadi sprayer dan perakitan mobil hingga sekarang. Selang beberapa waktu saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gunadarma, Depok. Saya yakin dengan mengambil jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi dapat menjadi modal awal untuk kemampuan saya. Pemilihan jurusan ini saya ambil karena di zaman yang sudah modern sekarang ini, semua sangat membutuhkan pengoprasian komputer. Bahkan sekarang dengan pengetahuan saya yang masih terbilang dasar dalam ilmu komputer, saya sudah bisa membantu tetangga saya untuk merakit, menginstal, dan memperbaiki bila ada kerusakan.&lt;br /&gt; Biarpun bengkel pengecatan kami di tutup sementara, kami terus menekuni dengan menjalani di bidang masing-masing. Suatu hari saat kami kembali berkumpul dan sepakat ingin membuka kembali bengkel yang telah di tutup. Bersama kedua teman saya yang sudah mendapatkan banyak pengetahuan tentang mobil selama bekerja di pabrik. Kami terfikir suatu impian dan tujuan yaitu nantinya akan membuka kembali bengkel pengecetan ini, tapi akan diadakan tambahan dan perubahan yaitu motor dan mobil dengan mengganti namanya menjadi Bengkel Komputer. Dan yang membuat saya mengganti nama tersebut adalah karena kami bukan hanya menerima repair body kendaraan saja, melaikan juga modifikasi dengan menggunaka teknologi komputer saat ini. Biarpun namanya bengkel komputer tapi tetap saja kami berada di bidang Otomatif berdasarkan teknologi, karena menurut kami nama ini sangat unik dan jarang di gunakan untuk bengkel-bengkel mobil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-3347546277143167662?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/3347546277143167662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sandi-tia-suteja-mendirikan-bengkel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3347546277143167662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3347546277143167662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sandi-tia-suteja-mendirikan-bengkel.html' title='SANDI TIA SUTEJA “Mendirikan Bengkel Komputer”'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zFwwfX3YI/AAAAAAAAAFY/T_U2SUqLDM0/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-1182708544697453928</id><published>2010-05-25T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:44:00.097-07:00</updated><title type='text'>JEFRI VAN NOVIS “Pemilik PT.Bonita Anugrah Pratama Tour and Travel”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zClcvdY7I/AAAAAAAAAFQ/iYLBgV1DtDo/s1600/travel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 333px; height: 339px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zClcvdY7I/AAAAAAAAAFQ/iYLBgV1DtDo/s400/travel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475465195601879986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonita dalam bahasa spanyol berarti wanita jelita. Nama inilah yang melekat dalam diri Jefri Van Novis, pria kelahiran Bukittinggi 27 tahun yang lalu. Ia selalu membawa pakaian dalam wanita ke pasar-pasar grosir di Sumatra Barat, karena itulah Jefri identik dengan bonita. Meski begitu jangan salah sangka dan menudingnya sebagai banci, hanya karena ia selalu membawa pakaian dalam wanita. Karena bisnisnya adalah jual beli produk pakaian dalam wanita bermerek bonita, bisnis yang sudah ia tekuni sejak masuk perguruan tinggi.&lt;br /&gt; Setelah lulus dari SMU Negeri 3 Bukitinggi, ia yakin bisa melanjutkannya ke perguruan tinggi namun kedua orang tuanya bukanlah dari kalangan berada. Meski begitu, ia tetap mengikuti SPMB dan mengicar salah satu fakultas terfavorit di perguruan tinggi terfavorit Sumatra Barat. Syukur kepada allah swt, ketika hasil diumumkan namanya tercantum dalam daftar di Fakultas Ekonami Universitas Andalas, Padang. Biarpun senang namun terbesit juga rasa khawatir, bagaimana membayar biaya kuliah dan biaya hidup selama berkuliah di padang. Maka muncullah niatnya untuk berdagang sambil menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt; Maka jadilah Jefri pedagang produk pakaian dalam dan sejenisnya yang bermerek Bonita. Bermodalkan tekad dan kepercayaan dirinya, Jefri mengambil kredit selama satu minggu untuk membayar uang masuk kuliahnya. Maka demi keinginannya Jefri langsung bergerak memasarkan produknya di kalangan menengah kebawah dan berjualan di pasar, terminal, dan di tempat yang ramai dikunjungi banyak orang. Orang yang ulet dan pantang menyerah itulah tipikal Jefri sebagai orang minang asli. Dengan mengambil peluang ia memasarkan produknya ke semua toko-toko grosir dan pedagang eceran dengan harga yang berbeda sehingga ia dapat margin lebih besar.&lt;br /&gt; Bahkan saat kekampus Jefri tidak ragu untuk membawa barang dagangnnya dan menawarkan kepada rekan kuliahnya. Biarpun ada yang suka dan bahkan tak sedikit juga yang meremehkannya dan ia juga sempat dijuliki tauke bra, hal tersebut tak membuatnya patah semangat. Bahkan hal tersebut malah membuat Jefri dan barang dagangannya makin di kenal dan banyak juga rekan wanita yang memesan kepadanya. Belakangan usahanya makin berkembang dan kolega yang dulu melecehkannya itu malah berbalik salut kepadanya. Meski sangat sibuk berbisnis ia tidak sedikitpun meninggalkan kuliahnya. Bahkan ia sanggup menyelesaikan studinya di Jurusan Menajemen Pemasaran dalam tempo 3,5 tahun dan IPK-nya pun terbilang tinggi yaitu 3,3 dari skala 4.&lt;br /&gt; Tak ada kata santai dan bermalas-malasan dalam kamus Jefri karena ia ingin menyelesaikan kedua kegiatannya dengan baik yaitu berbisnis dan kuliah. Dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin  setiap senin sampai jumat pagi ia kuliah dan sore harinya mulai berkeliling Pasaraya Padang untuk manggih pembayaran ke toko yang mengambil produknya. Di sela-sela kepadatan jadwalnya ia masih menyempatkan kursus bahasa Inggris, karena ia merasa ini adalah modal penting dalam menghadapi persaingan Global. Usai berkuliah pada tahun 2004, Jefri masih memasok barang dagangannya dan membantu kakaknya berdagang pakaian dalam di pasar. Dengan berdagang ia belajar seluk-seluk pasar grosir terbesar di Sumatra Barat, akhirnya pada tahun 2006 ia merasa mantap untuk membangun bisnisnya sendiri.&lt;br /&gt; Dengan menyerahkan semua bisnisnya pakaian dalam kepada kakaknya namun ia tidak bisa lepas dari nama Bonita. Perusahaannya yang bergerak di industri perjalanan dan wisata diberinya nama Bonita Tour and Travel, yang terutama untuk melayani pemesanan tiket pesawat udara ke dalam maupun ke luar negri. Setelah setahun menjadi subagen penjualan tiket pesawat, Jefri bisa mewujudkan keinginannya menjadi agen resmi. Karena keterbatasan modal ia hanya bisa mengajukan agen satu demi satu maskapai. Dengan jejaringan luas di kalangan para pedagang besar Jefri bisa meraup peluang itu. Hubungan baiknya juga membuat banyak di antara organisasi tersebut yang memesan tiket kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan kerja kerasnya makin hari pelanggannya makin banyak, itu karen ia memberika pelayanan yang terbaik bagi semua pelanggannya. Kini selain menjual tiket penerbangan seluruh maskapai, Bonita juga menjual paket perjalanan wisata, perjalanan ibadah umrah, haji ONH plus, serta rental mobil dan voucer hotel. Dengan kesungguhannya membesarkan Bonita, Jefri tak ragu menyebarkan 2 ribu brosur ke berbagai toko, menempel stiker di angkot-angkot, media cetek, radio lokal, dan membuka stand pada berbagai pameran. Setelah sukses membearkan Bonita di kota asalnya, Jefri mulai merentangkan sayapnya ke Jakarta dengan membuka cabang di Pasar Block A, Tanah Abang, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt; Dari sekedar berjualan tiket, Jefri juga ingin membesarkan bisnisnya ke bidang terkait. Jefri berani mengembangkan layanan jasa pengiriman, seperti kargo dan titipan kilat. Layanan yang dirintisnya di kantor barunya di Pasar Tanah Abang Block A, responnya juga sangan bagus. Ia juga berniat membuka money charger. Seiringan dengan itu angannya pun melambung dan impian terbesarnya adalah membangun perusahaan penerbangan Bonita Air.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-1182708544697453928?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/1182708544697453928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/jefri-van-novis-pemilik-ptbonita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1182708544697453928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1182708544697453928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/jefri-van-novis-pemilik-ptbonita.html' title='JEFRI VAN NOVIS “Pemilik PT.Bonita Anugrah Pratama Tour and Travel”'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zClcvdY7I/AAAAAAAAAFQ/iYLBgV1DtDo/s72-c/travel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-7344896918520888491</id><published>2010-05-25T23:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:38:59.698-07:00</updated><title type='text'>SINTA ”Pemilik Keripik Pisang Ibu Mery”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zBuvm7QbI/AAAAAAAAAFI/oYCPoWjPijg/s1600/pisang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zBuvm7QbI/AAAAAAAAAFI/oYCPoWjPijg/s400/pisang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475464255773557170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal ada kemauan pasti ada jalan, itulah tekad yang telah tertanam di dalam diri Sinta. Seorang mahasiswi di Fakultas Ekonomi, Universitas Lampung, Sumatra. Perempuan berusia 22 tahun ini berhasil mengangkat keluarganya keluar dari kemiskinan selama bertahun-tahun. Karena terpikir untuk menambah uang saku, ia mengawalinya dengan berbisnis kecil-kecilan. Dengan berbisnis itulah ia beruntung karena bisa mengejar ilmu hingga ke jenjang universitas, bahkan ia berhasil menjadi pengusaha yang hebat dan membuatnya menjadi jutawan.&lt;br /&gt;• Manfaatkan Produk Lokal&lt;br /&gt; Memahami bahwa ia dilahirkan dalam keluarga yang tidak berkecukupan secara materi, Sinta berfikir untuk bekerja membantu keluarganya sepulang sekolah. Ketika di kelas 2 SMA, Sinta bekerja di sebuah pabrik keripik pisang. Hal seperti itu ia jalani selama enam bulan dan ia mendapatkan upah yang cukup lumayan untuk membantu keluarganya. Selama bekerja ia banyak mendapatkan ilmu tentang teknik pengolahan keripik pisang. Dalam benaknya ia mulai menghitung omzet yang mungkin saja ia hasilkan jika ia memiliki usaha di bidang itu.&lt;br /&gt; Dengan membulatkan tekadnya ia mulai mengumpulkan uang hingga 3 juta rupiah. Namun membuat keripik teryata tidak terlalu mudah, ada stadar kualitas yang di tetapkan bagi para pengusaha keripik pisang. Dengan usahanya akhirnya standar keripik yang ditetapkan berhasil tercapai. Awalnya ia tidak tahu bagaimana memasarkan produknya karena di mana-mana sudah ada yang menjual keripik pisang, itulah salah satu yang membuat perjalan Sinta meraih sukses tidak mulus. Pada akhirnya ia mengandalkan bantuan pada saudara dan dua temannya yang sudah berpengalaman, untunglah mereka teman yang baik dan mengerti apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt; Mereka memasarkan produknya ke sekolah-sekolah, toko cemilan, dan cendra mata yang biasa di kunjungi oleh wisatawan. Karena usaha utamanya adalah membuat keripik, maka Sinta memberikan merek istana keripik untuk produknya. Namun untuk menghormati ibunya ia menambahkan nama ibu Mery di belakangnya. Jadilah merek dagang yang didaftarkan menjadi Istana Kripik Ibu Mery. Dengan menambahkan nama ibunya di belakang ia ingin agar masyarakat tahu, bahwa nasib keluarganya yang dulu sering mendapatkan cemoohan yang dianggap miskin dari orang banyak nasibnya bisa saja berubah.&lt;br /&gt; Makin lama Sinta makin yakin bahwa bisnis adalah pilihan hidupnya. Dengan berbisnis ia percaya bisa mengangkatnya dari lembah kemiskinan dan bisa membuat keluarganya hidup lebih sejahtra. Saat itu Sinta bermimpi, bisa memiliki rumah sendiri dan hidup nyaman. Tampaknya, impian itu pun sudah berhasil terkabul.&lt;br /&gt;• Ulet Dan Tangguh&lt;br /&gt; Rupanya, jiwa bisnis sudah terbetuk dalam diri Sinta sejak ia masih kecil. Ketika duduk di kelas 6 SD, Sinta diam-diam bekerja menjual keripik pisang. Otaknya terus berputar untuk bisa membantu keluarganya. Duduk di bangku SMP, ia sempat membantu ayahnya bekerja di bengkel tralis besi. Sinta beruntung karena rumah orang tuanya berada di tempat yang strategis, lokasinya persis di pinggir jalan. Disanalah ia dapat mengumpulkan rupiah demi rupiah. Akan tetapi, perusahaaan keripik pisang yang terbilang lebih modern bisa dijumpai di setiap sudut kata lampung. Dalam persaingan dengan para pengusaha keripik pisang salah satu caranya ia memberikan pelayanan yang terbaik, yaitu dengan membiarkan para pembeli memcicipinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt; Namun denga ide cemerlangnya ia berhasil menghasilkan 9 rasa kripik di luar rasa yang standar. Dengan begitu pembeli bisa memilih rasa yang cocok dengan seleranya. Doa dan usaha selalu ia jalankan setiap hari untuk kesusksesannya, ia juga sadar bahwa kekayaan bukan miliknya seutuhnya. Karena itu ia juga rajin memberikan zakat kepada orang yang membutuhkannya. Setelah 3 tahun usahanya berjalan, ia bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawan. Sinta ingin mengembangkan kesejahtraan orang-orang di sekitarnya. meski telah tumbuh menjadi seorang jutawan muda ia tetap tidak sombong, ia tetap sebagai wanita rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarga tercinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-7344896918520888491?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/7344896918520888491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sinta-pemilik-keripik-pisang-ibu-mery.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7344896918520888491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7344896918520888491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sinta-pemilik-keripik-pisang-ibu-mery.html' title='SINTA ”Pemilik Keripik Pisang Ibu Mery”'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zBuvm7QbI/AAAAAAAAAFI/oYCPoWjPijg/s72-c/pisang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-3427162968740743510</id><published>2010-05-25T23:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:34:20.415-07:00</updated><title type='text'>WAHYU ADITYA “Pemilik HelloMotion”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zAeGFptrI/AAAAAAAAAFA/HRESU2YjLGY/s1600/hello.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zAeGFptrI/AAAAAAAAAFA/HRESU2YjLGY/s400/hello.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475462870238607026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok seseorang yang muda, pintar, kreatif, memiliki bisnis sendiri dan banyak uang seperti yang diimpikan oleh setiap orang. Karena sering menyaksikan acara favoritnya “Gemar Menggambar” yang ditayangkan di TVRI era 70-an di waktu usianya masih terbilang muda, Wahyu Aditya (29) kini nyaris mendapatkan semuanya. Dengan kemampuannya di bidang desain grafis dan animasi, kini ia berperan besar dalam bisnis desain grafis dan animasi di tanah air. Bahakn tidak sedikit perusahaan yang menginginkan jasanya untuk pesanan iklan, baik iklan komersial maupun iklan layanan masyarakat.&lt;br /&gt; Keberuntungan yang membuat nama Wahyu Aditya dikenal oleh dunia animasi international adalah ketika saat dewan juri yang terdiri dari ahli film inggris menobatkannya sebagai International Young Screen Enterepreneur Of The Year 2007. pada ivent yang diselenggarakan oleh British Council di Apollo Theatre West End London, dan berhasil mengungguli lawannya dari berbagai negara. Dengan idenya mengawinkan kreativitas, idealisme, dan bisnis Wahyu Aditya berhasil terpilih oleh dewan juri di usinya yang masih muda. Ketika usianya (27)  ia berhasil mendirikan sebuah film animasi “HelloMotion” dan memprakarsai festival film animasi HelloFast.&lt;br /&gt; Bahkan saat ditengah keterbatasan industri animasi kreatif di tanah air, Wahyu Aditya mampu menciptakan peluang pasar sendiridan sudah beberapa brand komersial ditanganinya antara lain seperti PLN, Busway, kampaye pemilu, pertamina, dan Jakarta International Film festival (JIFFEST).&lt;br /&gt;• Kisah Gambar Dinding&lt;br /&gt; Kegemaran menggambar Adit, sapaan akrabnya, sudah terlihat sejak ia masih duduk dibangku sekolah dasar. Bahkan saat ia masih duduk dikelas 1 SD Cor Jesu 1 Malang, menjadi juara lomba menggambar. Masuk kelas VI SD Adit juga rajin menyulap buku tulisannya menjadi “majalah” dengan menciptakan ilustrasi sederhana dari berbagai tokoh rekaannya. Ilustrasi di buku-bukunya itupun lantas disebarkan kepada kawan-kawannya. Menginjak SMP, Adit dipercaya mengelola satu rubrik khusus untuk majalah sekolahnya.&lt;br /&gt; Hobi menggambar terus berlanjut sampai SMA. Bahkan Adit adalah murid pertama yang boleh menggambari dinding sekolahnya. Dengan memulai karir animator pertamanya sebagai komunikus amatir saat itu, korban pertamanya adalah buku-buku pelajaran kelas 3 SMA-nya dengan membuat animasi strip komik. Setelah lulus dari sekolahnya Adit pun melanjutkan menuntut ilmu di Advanced Diploma of Interactive Multimedia-KvB Institute of Tech, Sydney, Australia, dalam masa kuliahnya ia berhasil tiga kali mengikuti lomba yang sekali ia sukses menjadi juara pertama.&lt;br /&gt; Sebagai best student di KvB Institute of Tech, Karir Adit selepas kuliah dimulai sebagai creative designer dan animator di trans TV pada 2000-2002. Setelah beberapa tahun bekerja di Trans TV, Adit memilih bekerja freelance selama satu tahun. Karena keterampilan dan pengetahuannya ia bisa melakuakan apa pun. Mulai dari animator, sutradara, ataupun produser. Proyek pertamanya yang ditanganinya adalah klip video Padi berjudul Bayangkanlah. Saat itu video klipnya berhasil memenangkan “Best Video Klip of The Month” Video Music Indonesia (2002)” dan “People Choise Award” mulai saat itulah tawaran demi tawaran mengalir padanya.&lt;br /&gt;• Merintis Jalan Sepi&lt;br /&gt;Tawaran bekerja di bawah perusahaan orang lain tak membuat Adit tertarik. Percaya diri pada kemampuannya, bersama tujuh temannya ia membuat perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Sayang usaha ini gagal. Adit pun memulai langkah yang terbilang nekad, dengan meminjam kepada bank sebesar Rp400 juta ia membangun lembaga kursus animasi. Hasilnya, banyak orang menyatakan berminat bila ia membuat sebuah lembaga kursus animasi. Tekad yang besar itu ia wujudkan dengan keikutsertaan pada sebuah pameran pendidikan di Semanggi Expo, Jakarta Selatan dan ini menjadi sebuah langkah awal untuk HelloMotion Inc.&lt;br /&gt;Berdiri sejak lima tahun lalu, jalan yang dirintis lembaga pendidikan ini masih sepi. Kini Adit telah mampu meraup keuntungan sebesar 18% per tahun. Padahal, awal berdiri sekolah itu tidak mendapatkan keuntungan malah minus 11%. Selain urusan mencari penghasilan, Adit masih menyempatkan diri merealisasikan idenya untuk memebentuk Kementrian Desain Republik Indonesia (KDRI). Biarpun terkesan lucu, dalam sehari website KDRI setidaknya dikunjungi 1.000 pengunjung. Tempat dimana para volunteer bisa mengirimkan desain karya mereka.&lt;br /&gt;• HelloMotion&lt;br /&gt;Arek malang kelahiran 4 maret 1980 ini menilai bahwa industri kreatif dan animasi sebetulnya bisa menjadi lahan subur bila ditekuni dengan baik. Apa lagi dasar pekerjaan ini adalah hobi. Karena memang di indonesia belum ada sekolah animasi, maka inilah yang kemudian di garapnya. Dengan mendirikan sekolah animasi ia yakin konten animasi di dalam negri bisa bertambah dan lebih maju. Kini HelloMotion yang memiliki misi menggalangkan budaya motion picture art, mulai diperhitungkan di industri tanah air.&lt;br /&gt;Kini peraih berbagai penghargaan bergengsi ini telah mengembangkan tim promosi dan pemasaran. Salah satunya dengan membuat situs www.mentridesain-indonesia.blogspot.com dan ternyata cukup efektif, karena daftar tunggu untuk peserta kursus sekarang bisa sebulan di Hello School.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-3427162968740743510?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/3427162968740743510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/wahyu-aditya-pemilik-hellomotion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3427162968740743510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3427162968740743510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/wahyu-aditya-pemilik-hellomotion.html' title='WAHYU ADITYA “Pemilik HelloMotion”'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_zAeGFptrI/AAAAAAAAAFA/HRESU2YjLGY/s72-c/hello.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-3786639532512162207</id><published>2010-05-25T23:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:27:22.790-07:00</updated><title type='text'>sidang yang ricuh....!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_y-o6DD9KI/AAAAAAAAAE4/WMr6Bmm9cnc/s1600/ricuh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 98px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_y-o6DD9KI/AAAAAAAAAE4/WMr6Bmm9cnc/s400/ricuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475460856961823906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 maret DPR mengadakan rapat paripurna yang berakhir ricuh. Kericuhan ini dipicu ketidak puasan anggota DPR atas ketua DPR Marzuki Alie yang dianggap menutup siding secara sepihak. Kericuhan ini bermula dari perbedaan pendapat diantara anggota DPR kapan hasil pansus diputuskan. Sebagian berpendapat keputusn diambil kemarin, sebagian lagi berpendapat memilih hari ini. Karena belainan berpendapat inilah Marzuki Alie langsung menutup siding.&lt;br /&gt;Ketiga wakil ketua DPR yaitu Anis Matta, Priyo Budi Santoso, dan Pramono Anung menyesalkan sikap Marzuki yang langsung menutup siding tanpa meminta pendapat. Mereka langsung melakukan jumpa pers dan mengatakan “Pimpinan tlah otoriter dan seharusnya pimpinan sidang mendengarkan pendapat ari seluruh anggota” ujar Anis.&lt;br /&gt;Pramono mengatakan “ketua tidak boleh memihak salah satu parpol, meskipun dia berasal dari salah satu parpol itu”. Kemudian pimpinan menggelar rapat tertutup, membahas permasalahaan tersebut. Hasilnya : sidang paripurna dengan agenda keputusan DPR atas hasil pansus bakal digelar hari ini.&lt;br /&gt;Marzuki Alie membantah tlah bersikap otoriter saat memimpin sidang. Dan beliau mengatakan hanya mengagendakan pelantikan Taufik Kurniawan sebagai wakil ketua DPR mengagantika Marwoto Mitro Hardjono yang tlah meninggal dunia. Beliau menegaskan “usul perubahan paripurna tidak bisa masuk agenda lagi. Tidak akan ada subsitansi lagi, sehingga sah-sah saja kalau langsung ditutup. Masalahnya ketika saya membuka sidang, tidak ada yang mengajukan perubahan”.&lt;br /&gt;Pada sidang kemarin, ketua pansus Idrus Marham selesai membacakan laporanhail penyelidikan pansus yang memutuskan 2 opsi.&lt;br /&gt;1.Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) atau bailout Bank Century tidak melanggar.&lt;br /&gt;2.Kebijakan itu melanggar hokum&lt;br /&gt;Interupsi pertama diajukan Fraksi Partai Golkar (FPG) Bambang Soesatyo. Dia menilai hasil pansus tlah mengamankan pimpinan agar keputusan dilaksanakan dalam 1 hari. Anggota pansus asala Fraksi partai Demokrat (FPD) Didi Irwadi mengatakan ketidaksetujuaan atas pernyataan bambang “Kita harus menghormati pendapat-pendapat teman-teman, oleh karena itu, kita beri kesempatan kepada teman-temanyang lain”. Namun pendapat Didi, diwarnai banyak Iterupsi. Yang intinya, agar keputusan lansung diputuskan hari ini juga.&lt;br /&gt;Pada tanggal 25 febuari, hasil keputusan Bakmus mengena Bank Century ditetapkan berlngsung 2 hari, yaitu 2-3 Maret. Agenda paripurna pada tanggal 2 adalah mendengarkan laporan kerja panus. Keesokan harinya, sidang paripurna kembali ricuh dimulai dari Fraksi Partain PDI. Yang tiba-tiba mengajukan bukti baru dari skanda bank century. Hal ini langsung dibalas banyak interupsi. ketua pimpinan sidang langsung menenangkanya. Lalu beliau mengatakan menetapkan keputusan pada hari rabu sesuai dengan rapat Bakmus. Dan langsus mengetuk palu tanda sidang ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;referensi : koran kompas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-3786639532512162207?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/3786639532512162207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sidang-yang-ricuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3786639532512162207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/3786639532512162207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/05/sidang-yang-ricuh.html' title='sidang yang ricuh....!!!'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S_y-o6DD9KI/AAAAAAAAAE4/WMr6Bmm9cnc/s72-c/ricuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-1076303982575025843</id><published>2010-04-07T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T19:46:45.003-07:00</updated><title type='text'>inipun akan berlalu</title><content type='html'>Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.&lt;br /&gt;Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. semuanya pasti akan berlalu. ada waktu untuk mencintai. ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.google.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-1076303982575025843?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/1076303982575025843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/04/inipun-akan-berlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1076303982575025843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1076303982575025843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/04/inipun-akan-berlalu.html' title='inipun akan berlalu'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-7350538222832244267</id><published>2010-03-09T07:34:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T07:39:10.399-08:00</updated><title type='text'>SANG PEMIMPI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S5Zqyg-YixI/AAAAAAAAAEw/7i6iMf0kF18/s1600-h/sangpemimpi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 326px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S5Zqyg-YixI/AAAAAAAAAEw/7i6iMf0kF18/s400/sangpemimpi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446658215428786962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengambil tema mengenai kehidupan para bocah kecil didalam setiap himpitan yang dialaminya, film sang pemimpi mencari pemeran dalam tokoh baru yang dihadirkan dalam film Sang pemimpi. Ada 3 tokoh baru yang rencananya akan menambah kekuatan cerita dari Sang Pemimpi sehingga dapat menghadirkan suasana dan jalan cerita yang lebih fresh untuk para pecinta Film Indonesia. Film ini akan menceritakan kisah perjalanan Ikal dengan dua sahabat remajanya, Arai dan Jimbron. Beberapa aktor dalam Film Laskar pelangi akan kembali hadir seperti Mathias Mutchus, Lukman Sardi, Rieke Dyah Pitaloka, dan Zulfani. Untuk itu Riri Riza dan Mira Lesmana akan benar-benar melakukan observasi terhadap isi cerita dari Novel Sang Pemimpi agar Film yang digarapnya tersebut tidak terlalu jauh keluar dari Novel asli dan Andre Hirata selaku penulis NOvel tidak kecewa dengan visualisasi yang dihadirkan lewat Film Sang pemimpi.&lt;br /&gt;Sang Pemimpi - "Mimpi, semua dimulai dengan mimpi..." Kalimat yang dituturkan Ikal Dewasa (Lukman Sardi) itu, menjadi pembuka film "Sang Pemimpi", yang merupakan sekuel film "Laskar Pelangi". Mengambil setting era 80-an, film ini mengisahkan masa remaja Ikal, anak keluarga rendahan di Perusahaan Negara Timah di Pulau Belitung.Bersama Arai, sepupunya dan Jimbron sahabatnya, mereka merantau ke kota pelabuhan Manggar yang berjarak puluhan kilometer untuk melanjutkan sekolah.Mereka tumbuh bersama, menjalani berbagai kehidupan masa remaja dengan segala tantangan dan perjuangan hidup serta problematika masa remaja untuk meraih cita-cita dan impian. Semangat mereka makin memuncak saat Pak Balia (Nugie), seorang guru bahasa yang menginspirasi untuk mengejar mimpi di Eropa.Tapi masalah lain muncul. Tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, mereka juga mengalami problema cinta. Cinta Arai (Rendy Ahmad) yang tak tertahankan pada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda), luluh dengan musik, sementara Jimbron (Azwir Fitrianto) jatuh hati dengan seorang gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum, Laksmi (Cindy Dwintasari).Sementara bagi Ikal, gairah anak muda yang sedang bergejolak di dirinya membawanya ke sebuah perasaan bersalah terhadap ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil.Namun, rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka terbuka, cita-cita, harapan dan cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-7350538222832244267?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/7350538222832244267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/03/sang-pemimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7350538222832244267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7350538222832244267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/03/sang-pemimpi.html' title='SANG PEMIMPI'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S5Zqyg-YixI/AAAAAAAAAEw/7i6iMf0kF18/s72-c/sangpemimpi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-1054479831013469139</id><published>2010-02-23T09:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T09:26:55.839-08:00</updated><title type='text'>mario teguh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S4QPEfEE7FI/AAAAAAAAAEo/tEqifsSgf34/s1600-h/mt.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S4QPEfEE7FI/AAAAAAAAAEo/tEqifsSgf34/s400/mt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441490819502894162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S4QPD2l_KNI/AAAAAAAAAEg/d7PzVQU5aXY/s1600-h/mt2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S4QPD2l_KNI/AAAAAAAAAEg/d7PzVQU5aXY/s400/mt2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441490808639269074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh lahir 5 Maret 1956 di Makassar, Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;* New Trier West High, Chicago, USA – Architecture&lt;br /&gt;* Sophia University, Tokyo Japan – International Business&lt;br /&gt;* IKIP Malang (Drs.) – Linguistics&lt;br /&gt;* Indiana University (MBA) – Operations Systems&lt;br /&gt;Pengalaman Profesional&lt;br /&gt;* Citibank Indonesia (1983 – 1986) as Head of Sales&lt;br /&gt;* BSB Bank (1986 – 1989) as Manager Business Development&lt;br /&gt;* Aspac Bank (1990 – 1994) as Vice President Marketing &amp; Organization Development&lt;br /&gt;* Exnal Corp Jakarta (1994 – present) as CEO, Senior Consultant&lt;br /&gt;Spesialisasi&lt;br /&gt;Business Effectiveness Consultant&lt;br /&gt;Arti sukses adalah…???&lt;br /&gt;Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan–kesuksesan yang pernah diraihnya.&lt;br /&gt;Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yang lain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda.&lt;br /&gt;Bagi Mario Teguh , Semua Keberhasilan dan kegagalan seseorang itu berasal dari masing masing orang tersebut , memulai suatu usaha apapun harus dimulai dari sikap dan cara berpikir kita dalam menanggapi berbagai situasi yang akan ditemui dalam mengarungi kerasnya kehidupan ini. Semua kita ini adalah orang orang yang memiliki kelebihan dan kekurangan , tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi kelebihan kita dan meminimalkan kekurangan kita , karna keseimbangan kesemua unsur kita adalah kinci sukses yang akan kita raih. Kita bukan harus berhasil , bukan harus sukses , tapi kita harus mencoba untuk sukses tampa kenal lelah dan kata menyerah , kegagalan adalah jenjang untuk sebuah kesuksesan bukan harus ditangisi dan disesali .&lt;br /&gt;Tips sukses…..!!!&lt;br /&gt;1. Siapkan Mental. Dibandingkan dengan bekerja di perusahaan, berwirausaha memang lebih banyak risikonya, termasuk risiko kehilangan seluruh modal yang Anda tanamkan. Makanya menyiapkan mental adalah hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memulai berbisinis. Bisnis Anda bisa sukses besar, tapi juga bisa gagal total. Berhasil tidaknya bisnis, ada di tangan Anda.&lt;br /&gt;2. Selektif. Segudang bidang usaha ada di depan Anda, mulai dari berjualan makanan, baju sampai event organizer (EO). Mana yang Anda pilih? Untuk menentukan bisnis yang akan Anda ambil, Anda bisa mencari peluang yang ada di pasar atau justru menciptakan pasar. Mencari peluang berarti harus jeli melihat apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Misalnya, Anda menangkap tren ibu bekerja yang terpaksa meninggalkan anak di rumah. Ini bisa Anda jadikan peluang untuk membuka jasa penitipan Anak. Atau Anda juga bisa membuat pasar sendiri. Caranya, lihat saja keahlian yang Anda miliki. Misalnya Anda ahli membuat masakan India, mungkin Pasar belum membutuhkan produk Anda, tapi dengan pemasaran dan kualitas produk yang oke, Anda bisa menciptakan tren dan membuat pasar malah membutuhkan barang Anda.&lt;br /&gt;3. Membuat Rencana Bisnis. Sekecilapapun bisnis Anda, Anda harus punya rencana bisnis. Hasilnya, usaha tidak cuma diawang-awang dan sewaktu-waktu Anda bisa lihat kerangka bisnis Anda. Manfaat lain, rencana bisnis akan memudahkan Anda kalau suatu saat ingin meminta pinjamaan ke bank. Dengan melihat rencana bisnis, seorang pegawai bank (Analis Kredit) bisa melihat prospek Anda, hal ini akan memudahkan Anda memperoleh pinjaman. Apa yang ada dalam rencana bisnis? Yaitu: 1) Diskiripsi Bisnis, 2) Target Konsumen, 3) Bentuk Bisnis, 4) Sumber Daya Manusia, 5) Keuangan.&lt;br /&gt;4. Rajin Evaluasi. Setelah bisnis Anda berjalan, tentunya Anda ingin memantapkan bisnis Anda -sehingga tidak sekedar numpang lewat saja. Evaluasi merupakan langkah awal menstabilkan bisnis Anda. Dengan evaluasi yang continue, Anda bisa mempertahankan dan meningkatkan mutu perusahaan Anda. Misalnya, setiap empat bulan sekali, Anda mengumpulkan karyawan Anda -untuk mencari feed back- dan memberikan penerangan pada mereka.&lt;br /&gt;5. Mengembangkan Terus. Saat berbisnis, Anda harus selalu jeli mencari peluang untuk mengembangkan bisnisUsahakan untuk dapat menangkap sekecil apapun peluang yang Anda, tentunya tetap dengan perhitungan yang matang.&lt;br /&gt;6. Cerdik Hadapi Pesaing. Salah satu hambatan dalam berbisnis adalah munculn pesaing (competitor). Anda harus pintar-pintar menghadapai mereka. Berusahalah untuk mencari deferensiasi produk Anda, sehingga Anda memiliki nilai lebih (added value) di banding pesaing Anda. Misalnya, ketika Anda membuka bisnis fotokopi, Anda memberikan kupon undian pada pelanggan dengan nominal pembayaran di atas Rp 50.000,- yang akan Anda undi setiap 6 bulan sekali.&lt;br /&gt;7. Menjaga Hubungan Baik. Peranan konsumenjelas besar sekali dalam wirausaha. Untuk itu Anda harus dapat menjaga hubungan baik dengan mereka. Misalnya dengan menyimak masukan mereka dengan serius, mengirimkan bingkisan hari raya, sesekali memberikan potongan harga ataupun hanya sekedar tersenyum ramah menyapa dan ngobrol dengan mereka.&lt;br /&gt;8. Jeli Mencari Pelanggan. Pemasaran memang salah satu kunci sukses bisnis Anda. Mungkin di awal Anda harus memapu berjuang dari bawah, misalnya door-to-door menawarkan barang Anda. Kemudian mencoba memasarkan produk dengan sistem imbalan dan seterusnya&lt;br /&gt;9. Belajar dari Kegagalan. Saat berwirausaha, Anda pasti tidak akan luput dari kegagalan. Karena sudah pada hakikatnya kegagalan selalu berjalan beriringan dengan keberhasilan. ‘Jatuh’ dan ‘Bangun’ alias masa laris tidak laris merupakan hal yang wajar. Yang penting ketika Anda sedang ‘jatuh’, jangan sampai membuat Anda down atau memutuskan gulung tikar. Justru saat itulah yang harus Anda pakai untuk mengevaluasi bisnis Anda. Misalnya dengan 1) mencari inspirasi untk menciptakan produk dan jasa baru yang membuat usaha Anda semakin menarik, 2) membaca kiat sukses para wirausahawan (businessman) dan cara mereka melewati masa sulit, 3) Bereksperimen dengan mencoba cara pemasaran yang baru, 4) Terus Belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber  : www.google.com dan mario teguh golden ways&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-1054479831013469139?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/1054479831013469139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/02/mario-teguh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1054479831013469139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/1054479831013469139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/02/mario-teguh.html' title='mario teguh'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S4QPEfEE7FI/AAAAAAAAAEo/tEqifsSgf34/s72-c/mt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-4394086514989248799</id><published>2010-02-16T07:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T04:51:48.003-08:00</updated><title type='text'>Kebab Turki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36JT9457gI/AAAAAAAAAEY/wj_iISRdTzY/s1600-h/foto+saya+dengan+karyawan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36JT9457gI/AAAAAAAAAEY/wj_iISRdTzY/s400/foto+saya+dengan+karyawan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439936376033897986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36GKWoqDeI/AAAAAAAAAEQ/eK2Nsa8VkA0/s1600-h/outlet.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36GKWoqDeI/AAAAAAAAAEQ/eK2Nsa8VkA0/s320/outlet.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439932912343059938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36EJ7Rh2WI/AAAAAAAAAEI/E6m9T1aiihI/s1600-h/kebab.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36EJ7Rh2WI/AAAAAAAAAEI/E6m9T1aiihI/s320/kebab.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439930705975040354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda dari Surabaya menorehkan prestasi yang sangat besar dia bernama Hendy Setiono, presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi. Prestasinya tidak hanya diakui di dalam negri, tapi juga di mancanegara. Dia di bilang anak muda karena penampilannya tidak seperti seorang bos dari perusahaan yang beromset lebih dari 1 miliar per bulan. Dia dinobatkan sebagai salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia. Tentu, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi Hendy. Apalagi, bisnis yang dia geluti tergolong bisnis yang tak akrab di telinga. Usianya pun masih 23 tahun! masih sangat muda untuk seorang bos yang memiliki 100 outlet di 16 kota di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendy mengisahkan, pada Mei 2003, dirinya mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat. Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. “Ternyata, rasanya sangat enak. Saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timteng yang menyebar di berbagai kota.&lt;br /&gt;September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu pojok Jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat tinggalnya. Mengapa gerobak? Hendy mempunyai alasan. “Membuat gerobak lebih murah daripada membuat kedai permanen. Tidak perlu banyak modal. Gerobak pun fleksibel, bisa dipindah-pindah,” ujarnya. Soal nama kedainya Baba Rafi, dia mengaku terinspirasi nama anak pertamanya, Rafi Darmawan. “Diberi nama Kebab Pak Hendy kok tidak komersial,” katanya lalu tergelak. Saat itulah terlintas di benaknya nama si sulung, Rafi. “Kalau dipikir-pikir, pakai nama Baba Rafi, lucu juga rasanya. Baba kan berarti bapak, jadi Baba Rafi berarti bapaknya Rafi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM. Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai negara di Asia. Pria kalem itu juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise 50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta, di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu tempat dimana Baba Rafi memperluas usahanya, yaitu di “Jln.Gadang kelurahan Sungai Bambu.” Outlet ini selalu buka setiap hari dari jam 4 sore sampai dengan jam 10 malam di depan tempat les Primagama, setiap harinya outlet ini selalu di banjiri banyak pembeli terutama anak-anak yang setia antri untuk menunggu pesananannya. Outlet ini di jaga oleh 2 karyawan yang bernama Muhamad Ghoni dan Andi Ryanto. Mereka sudah 2 tahun menjalankan bisnis Kebab ini dengan keuntungan perharinya sekitar Rp 300.000,- dan pemilik outlet tersebut adalah Pung Parmadi. Biarpun selalu ramai dan begitu banyak pesanan karyawan kebab ini selalu memberikan pelayanan yang baik, ya… mungkin itu juga salah satu yang membuat bisnis ini dibanjiri pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber  :  www.google.com dan karyawan kebab turki (M.ghoni dan A.ryanto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-4394086514989248799?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/4394086514989248799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/02/kebab-turki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/4394086514989248799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/4394086514989248799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/02/kebab-turki.html' title='Kebab Turki'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/S36JT9457gI/AAAAAAAAAEY/wj_iISRdTzY/s72-c/foto+saya+dengan+karyawan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-6303844910035956038</id><published>2010-01-05T10:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T10:24:32.884-08:00</updated><title type='text'>cocomo</title><content type='html'>COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Model COCOMO Dasar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.&lt;br /&gt;   2. Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda&lt;br /&gt;   3.  Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c1.jpg                                                                                       (1, 2, 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * E          :  besarnya usaha (orang-bulan)&lt;br /&gt;    * D         :  lama waktu pengerjaan (bulan)&lt;br /&gt;    * KLOC  :  estimasi jumlah baris kode (ribuan)&lt;br /&gt;    * P           :  jumlah orang yang diperlukan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan koefisien  ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel 1  berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1 .  Koefisien Model COCOMO Dasar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  untitled.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atribut produk (product attributes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)&lt;br /&gt;   2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)&lt;br /&gt;   3. Kompleksitas produk (CPLX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Atribut perangkat keras (computer attributes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)&lt;br /&gt;   2. Memori yang dipakai (STOR)&lt;br /&gt;   3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)&lt;br /&gt;   4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Atribut sumber daya manusia  (personnel attributes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kemampuan analisis (ACAP)&lt;br /&gt;   2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)&lt;br /&gt;   3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)&lt;br /&gt;   4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)&lt;br /&gt;   5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Atribut proyek (project attributes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)&lt;br /&gt;   2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)&lt;br /&gt;   3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c3.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengembangan ini diperoleh persamaan:                                                           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c4.jpg                                                                                                                                       (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * E           :  besarnya usaha (orang-bulan)&lt;br /&gt;    * KLOC   :  estimasi jumlah baris kode (ribuan)&lt;br /&gt;    * EAF       :  faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tabel 3.  Koefisien Model COCOMO Lanjut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c5.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Persamaan Perangkat Lunak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan perangkat lunak merupakan model variabel jamak yang menghitung suatu distribusi spesifik dari usaha pada jalannya pengembangan perangkat lunak. Persamaan berikut ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap lebih dari 4000 proyek perangkat lunak :   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c6.jpg                                                                                                                                                                                                                      (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  E = usaha yang dilakukan (orang-bulan atau orang-tahun)&lt;br /&gt;    * t =  durasi proyek dalam (bulan atau tahun)&lt;br /&gt;    * B = faktor kemampuan khusus&lt;br /&gt;    * P = parameter produktivitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai B diambil  berdasarkan perkiraan. Untuk program berukuran kecil  (0.5 &lt; KLOC &lt; 5), B = 0.16. Untuk program yang lebih besar dari 70 KLOC, B = 0.39. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan besarnya nilai P merefleksikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kematangan proses dan praktek manajemen&lt;br /&gt;   2. Kualitas rekayasa perangkat lunak&lt;br /&gt;   3. Tingkat bahasa pemrograman yang digunakan&lt;br /&gt;   4. Keadaan lingkungan perangkat lunak&lt;br /&gt;   5. Kemampuan dan pengalaman tim pengembang&lt;br /&gt;   6. Kompleksitas aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan teori, diperoleh P = 2000 untuk sistem terapan, P = 10000 untuk perangkat lunak pada sistem informasi dan sistem telekomunikasi, dan P = 28000 untuk sistem aplikasi bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Konversi Waktu Tenaga Kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi waktu tenaga kerja ini diperoleh dari angka pembanding yang digunakan pada perangkat lunak ConvertAll, dengan hubungan persamaan antara orang-bulan (OB), orang-jam (OJ), orang-minggu (OM), dan orang-tahun (OT) adalah sebagai berikut :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           OM = 40 OJ                                                                      (6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           OT = 12 OB                                                                      (7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           OT = 52 OM                                                                      (8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari persamaan di atas, diperoleh konversi orang-bulan ke orang-jam sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           OB = (40 OJ x 52) / 12                                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           OB = 173,33 OJ                                                                (9)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.         Model  COCOMO II &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c7.jpg     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c8.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual,  nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-6303844910035956038?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/6303844910035956038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/01/cocomo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/6303844910035956038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/6303844910035956038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2010/01/cocomo.html' title='cocomo'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-5082990435491641028</id><published>2009-11-25T18:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T18:35:53.248-08:00</updated><title type='text'>struktural (wbs)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/Sw3pG2pf0zI/AAAAAAAAACo/6sgeU15fK9w/s1600/wbs1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/Sw3pG2pf0zI/AAAAAAAAACo/6sgeU15fK9w/s320/wbs1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408235031499887410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CTOSHIB%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CTOSHIB%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CTOSHIB%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1477140354; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:661049664 1913831242 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PROJECT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PEMBANGKIT LISTRIK BATUBARA:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;TEAM MARKETING MELAKUKAN PEMASARAN LEWAT PENYEBARAN BROSUR DAN PRESENTASI KE PERUSAHAAN2, MENGADAKAN DEMO ALAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;CALON PEMBELI YANG TERTARIK MENGAJUKAN PURCHASE ORDER(PO) KE PIHAK MARKETING&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PIHAK MARKETING MEM-FOLLOW UP PO KE BAGIAN KEUANGAN DAN PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;BAGIAN PRODUKSI MENYIAPKAN PERENCANAAN PEMBUATAN ALAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;BAGIAN PRODUKSI MEMBERIKAN LAPORAN KE BAGIAN KEUANGAN MENGENAI DANA PEMBUATANALAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;SETELAH DI SETUJUI OLEH DIREKSI DAN MANAGER, BAGIAN KEUANGAN MENYIAPKAN BIAYA YANG DIBUTUHKAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PERMINTAAN KEBUTUHAN MATERIAL DISIAPKAN OLEH BAGIAN PRODUKSI DAN DIBERIKAN KE PADA BAGIAN PEMBELIAN YG KEMUDIAN DI SAMPAIKAN PADA BAGIAN KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;MATERIAL YANG TELAH DISIAPKAN OLEH BAGIAN PEMBELIAN KEMUDIAN DI PROSES KE BAGIAN LOGISTIK UNTUK PENDATAAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;BAGIAN PRODUKSI MEMULAI PROSES PEMBUATAN ALAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;SETELAH SELESAI DILAKUKAN UJI/TEST&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PIHAK MARKETING MENGHUBUNGI CALON PEMBELI UNTUK DEMO UNIT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;SETELAH SELESAI PROSES DEMO CALON PEMBELI MELAKUKAN PEMBAYARAN KE BAGIAN KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;BARANG DIKIRIM KE PEMBELI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;LAPORAN KEUANGAN DISERAHKAN KEPADA DIREKSI DAN KOMISARIS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-5082990435491641028?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/5082990435491641028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/11/struktural-wbs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/5082990435491641028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/5082990435491641028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/11/struktural-wbs.html' title='struktural (wbs)'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/Sw3pG2pf0zI/AAAAAAAAACo/6sgeU15fK9w/s72-c/wbs1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-975450394455334776</id><published>2009-09-16T00:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T03:16:11.905-07:00</updated><title type='text'>Strategi Pendekatan Manajemen Resiko Dalam Pengembangan Sistem Informasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIMU65TNCI/AAAAAAAAAAw/DNYToavqWhE/s1600-h/images+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIMU65TNCI/AAAAAAAAAAw/DNYToavqWhE/s320/images+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382378058207671330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="pageTitle"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/h2&gt;                           &lt;p&gt;Tulisan ini terdiri atas 2 tulisan terpisah yang saling melengkapi, yang merupakan bagian dari perencanaan sistem.  Suatu pengembangan sistem yang tidak memperhatikan faktor resiko dan mendefinisikan kemungkinan adanya resiko dalam pengembangan sistem akan menghasilkan sistem yang sarat dengan kelemahan serta kekurangan dalam penerapannya.&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;1. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Resiko adalah suatu umpan balik negatif yang timbul dari suatu kegiatan dengan tingkat probabilitas berbeda untuk setiap kegiatan[4]. Pada dasarnya resiko dari suatu kegiatan tidak dapat dihilangkan akan tetapi dapat diperkecil dampaknya terhadap hasil suatu kegiatan. Proses menganalisa serta memperkirakan timbulnya suatu resiko dalam suatu kegiatan disebut sebagai manajemen resiko. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang bergerak sangat cepat dewasa ini, pengembangan unit usaha yang berupaya menerapkan sistem informasi dalam organisasinya telah menjadi kebutuhan dasar dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi pola pembangunan sistem informasi yang mengindahkan faktor resiko telah menyebabkan beberapa organisasi mengalami kegagalan menerapkan teknologi informasi tersebut, atau meningkatnya nilai investasi dari &lt;i&gt;plafon&lt;/i&gt; yang seharusnya, hal ini juga dapat menghambat proses pencapaian misi organisasi.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada dasarnya, faktor resiko dalam suatu perencanaan sistem informasi, dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kategori resiko [3], yaitu : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. &lt;i&gt;Catastrophic&lt;/i&gt; (Bencana)  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. &lt;i&gt;Critical&lt;/i&gt; (Kritis)  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;c. &lt;i&gt;Marginal&lt;/i&gt; (kecil)  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;d. &lt;i&gt;Negligible&lt;/i&gt; (dapat diabaikan)  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun pengaruh atau dampak yang ditimbulkan terhadap suatu proyek sistem informasi dapat berpengaruh kepada a) nilai unjuk kerja dari sistem yang dikembangkan, b) biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi yang mengembangkan teknologi informasi, c) dukungan pihak manajemen terhadap pengembangan teknologi informasi, dan d) skedul waktu penerapan pengembangan teknologi informasi.[1] &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu resiko perlu didefinisikan dalam suatu pendekatan yang sistematis, sehingga pengaruh dari resiko yang timbul atas pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi dapat diantisipasi dan di identifikasi sebelumnya. Mendefinisikan suatu resiko dalam pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi terkait *** dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (&lt;i&gt;System Development Life Cycle&lt;/i&gt; [SDLC]), dimana fase-fase penerapan SDLC dalam pengembangan teknologi informasi di spesifikasikan *** analisa resiko.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;2. POLA PENDEKATAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;System Development Life Cycle&lt;/i&gt; [SDLC] adalah suatu tahapan proses perancangan suatu sistem yang dimulai dari tahap investigasi; pembangunan; implementasi; operasi/perawatan; serta tahap penyelesaian [4]. Dari dasar tersebut di atas, strategi penerapan manajemen resiko perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul dengan tingkat probabilitas yang berbeda untuk setiap komponen pengembangan sistem informasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pola pendekatan manajemen resiko juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor pada &lt;i&gt;System Development Life Cycle &lt;/i&gt;(SDLC) yang terintegrasi, yaitu Mengindentifikasikan faktor-faktor resiko yang timbul dan diuraikan disetiap tahap perancangan sistem, yang tersusun sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap 1. Investigasi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ini suatu sistem didefinisikan, menyangkut ruang lingkup pengembangan yang akan dibuat, yang semua perencanaan atas pengembangan sistem di dokumentasikan terlebih dahulu. Dukungan yang dibutuhkan dari manajemen resiko pada tahap ini adalah faktor resiko yang mungkin terjadi dari suatu sistem informasi di identifikasikan, termasuk di dalamnya masalah serta konsep pengoperasian keamanan sistem yang semuanya bersifat strategis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap 2. Pengembangan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ini merupakan tahap dimana suatu sistem informasi dirancang, pembelian komponen pendukung sistem di laksanakan, aplikasi di susun dalam program tertentu, atau masa dimana konstruksi atas sistem di laksanakan. Pada proses ini, faktor resiko diidentifikasikan selama tahap ini dilalui, dapat berupa analisa atas keamanan sistem sampai dengan kemungkinan yang timbul selama masa konstruksi sistem di laksanakan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap 3. Implementasi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ini kebutuhan atas keamanan sistem dikonfigurasikan, aplikasi sistem di uji coba sampai pada verifikasi atas suatu sistem informasi di lakukan. Pada tahap ini faktor resiko di rancang guna mendukung proses pelaksanaan atas implementasi sistem informasi sehingga kebutuhan riil di lapangan serta pengoperasian yang benar dapat dilaksanakan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tahap 4. Pengoperasian dan Perawatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ini merupakan tahap dimana sistem informasi telah berjalan sebagaimana mestinya, akan tetapi secara secara berkala sistem membutuhkan modifikasi, penambahan peralatan baik perangkat keras maupun perangkat lunak pendukung, perubahan tenaga pendukung operasi, perbaikan kebijakan maupun prosedur dari suatu organisasi. Pada tahap ini manajemen resiko lebih menitik beratkan pada kontrol berkala dari semua faktor yang menentukan berjalannya sistem, seperti perangkat keras, perangkat lunak, analisa sumber daya manusia, analisa basis data, maupun analisa atas jaringan sistem informasi yang ada. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap 5. Penyelesaian/penyebaran&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ini merupakan tahap dimana system informasi yang telah digunakan perlu di lakukan investasi baru karena unjuk kerja atas sistem tersebut telah berkurang, sehingga proses pemusnahan data, penggantian perangkat keras dan perangkat lunak, ataupun berhentinya kegiatan atau kepindahan organisasi ke tempat yang baru. Manajemen resiko yang perlu di perhatikan dalam tahap ini adalah memastikan proses pemusnahan atas komponen-komponen system informasi dapat berjalan dengan baik, terkelola dari segi keamanan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah pola pendekatan manajemen resiko di definisikan dalam masing-masing tahap SDLC, maka tahap selanjutnya adalah menilai manajemen resiko dalam metodologi tertentu. Upaya memberikan penilaian atas dampak resiko dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan karena dapat memberikan gambaran atas besar atau kecilnya dampak ancaman yang mungkin timbul selama proses pengembangan sistem. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;3. METODOLOGI PENILAIAN RESIKO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Untuk menentukan kemungkinan resiko yang timbul selama proses pengembangan sistem informasi berlangsung, maka organisasi yang bermaksud mengembangkan sistem informasi perlu menganalisa beberapa kemungkinan yang timbul dari pengembangan sistem informasi tersebut. Adapun metodologi penilaian resiko pengembangan sistem informasi dapat diuraikan dalam 9 langkah[4], yang tersusun sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. Menentukan karakteristik dari suatu sistem  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Mengidentifikasikan ancaman-ancaman  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;c. Mengidentifikasikan kelemahan sistem  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;d. Menganalisa pengawasan  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;e. Menentukan beberapa kemungkinan pemecahan masalah  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;f. Menganalisa pengaruh resiko terhadap pengembangan sistem  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;g. Menentukan resiko  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;h. Merekomendasikan cara-cara pengendalian resiko  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;i. Mendokumentasikan hasil keputusan  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap ke dua, tiga, empat dan enam dari langkah tersebut di atas dapat dilakukan secara paralel setelah langkah pertama dilaksanakan. Adapun gambaran dari setiap langkah tersebut adalah sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/oke/resiko1_5F00_2.gif"&gt;&lt;img style="border-width: 0px;" alt="resiko1" src="http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/oke/resiko1_5F00_thumb.gif" width="473" border="0" height="784" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar Flowchart metodologi penilaian resiko&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Langkah 1. Menentukan Karakterisasi Sistem&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada langkah pertama ini batasan suatu sistem yang akan dikembangan di identifikasikan, meliputi perangkat keras, perangkat lunak, sistem interface, data dan informasi, sumber daya manusia yang mendukung sistem IT, tujuan dari sistem, sistem dan data kritis, serta sistem dan data sensitif. Beberapa hal tambahan yang dapat diklasifikasikan pada karakteristik sistem selain hal tersebut di atas seperti bentuk dari arsitektur keamanan sistem, kebijakan yang dibuat dalam penanganan keamanan sistem informasi, bentuk topologi jaringan komputer yang dimiliki oleh organisasi tersebut, Manajemen pengawasan yang dipakai pada sistem TI di organisasi tersebut, dan hal lain yang berhubungan dengan masalah keamanan seputar penerapan Teknologi Informasi di organisasi yang bermaksud mengembangkan sistem informasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun teknik pengumpulan informasi yang dapat diterapkan pada langkah ini meliputi :  &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Membuat daftar kuesinoner&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;. Daftar kuesioner ini di susun untuk semua level manajemen yang terlibat dalam sistem dengan tujuan mengumpulkan informasi seputar keamanan data dan informasi dengan tujuan untuk memperoleh pola resiko yang mungkin dihadapi oleh sistem. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Interview&lt;/i&gt;.&lt;/strong&gt; Bentuk lain dari pengumpulan data dengan cara interview terhadap IT Support atau personil yang terlibat dalam sistem informasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Review atas dokumen&lt;/i&gt;.&lt;/strong&gt; Review atas dokumen pengembangan sistem, Dokumen kebijakan, atau dokumen keamanan informasi dapat memberikan gambaran yang bermanfaat tentang bentuk dari kontrol yang saat ini diterapkan oleh SI maupun rencanan pengembangan dari pengawasan di masa depan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Penerapan Tool&lt;/i&gt;.&lt;/strong&gt; Menggunakan suatu tool aplikasi yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan informasi tentang sistem informasi yang digunakan merupakan salah satu cara untuk dapat memetakan sistem secara keseluruhan, seperti penggunakan network monitor, maupun tools lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Hasil output dari langkah pertama ini akan menghasilkan Penaksiran atas karakteristik sistem IT, Gambaran tentang lingkungan sistem IT serta gambaran tentang batasan dari sistem yang dikembangkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Langkah 2. Mengidentifikasikan ancaman-ancaman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Ancaman adalah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem yang dapat mengganggu keseimbangan sistem informasi. Timbulnya ancaman dapat dipicu oleh suatu kondisi dari sumber ancaman. Sumber ancaman dapat muncul dari kegiatan pengolahan informasi yang berasal dari 3 hal utama, yaitu (1) Ancaman Alam; (2) Ancaman Manusia, dan (3) Ancaman Lingkungan. Ancaman yang berasal dari manusia memiliki karakteristik tersendiri, serta memiliki alasan tersendiri dalam melakukan gangguan terhadap sistem informasi yang ada. Adapun alasan yang timbul dari ancaman manusia ini dapat di definisikan dalam tabel berikut :&lt;/p&gt; &lt;table cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 64);"&gt;Sumber ancaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Alasan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Aksi yang timbul&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Hacker, Cracker&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tantangan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ego  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberontak &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hacking  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Social Engineering  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akses terhadap sistem&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Kriminal&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perusakan informasi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyingkapan informasi secara ilegal  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keuntungan moneter  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merubah data&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tindak Kriminal  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbuatan curang  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyuapan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spoofing  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intrusi atas sistem&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Teroris&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Surat kaleng  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusakan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peledakan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balas dendam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bom/teror  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perang informasi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyerangan sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penembusan atas sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tampering sistem&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Mata-mata &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Persaingan usaha  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata-mata ekonomi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pencurian informasi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Social engineering  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penembusan atas sistem&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Orang dalam Organisasi&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keingintahuan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ego  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata-mata  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balas dendam  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelalaian kerja&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Surat kaleng  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabotase atas sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bug sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencurian/penipuan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan data  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Virus, trojan, dll  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyalahgunaan komputer&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Organisasi yang membutuhkan daftar dari sumber ancaman, perlu melakukan hubungan dengan badan-badan atau sumber-sumber yang berhubungan dengan keamanan, seperti misalnya sumber ancaman dari alam diharapkan hubungan dengan BMG yang menangani masalah alam, atau pihak intelijen atau media massa yang dapat mendeteksi sumber ancaman dari manusia. Hasil output dari ancaman ini merupakan pernyataan atau daftar yang berisikan sumber ancaman yang mungkin dapat mengganggu sistem secara keseluruhan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Langkah 3. Identifikasi kelemahan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Cacat atau kelemahan dari suatu sistem adalah suatu kesalahan yang tidak terdeteksi yang mungkin timbul pada saat mendesain, menetapkan prosedur, mengimplementasikan maupun kelemahan atas sistem kontrol yang ada sehingga memicu tindakan pelanggaran oleh sumber ancaman yang mencoba menyusup terhadap sistem tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada beberapa vendor besar, informasi atas kelemahan sistem yang dibuat oleh vendor tersebut ditutup atau dihilangkan dengan penyediaan layanan purna jual dengan menyediakan hot fixes, service pack, pathces ataupun bentuk layanan lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penerapan metode proaktif atau tersedianya karyawan yang bertugas untuk melakukan sistem test dapat di pakai untuk mencek kelemahan sistem secara efisien, dimana hal tersebut tergantung kepada keberadaan sumber daya atau kondisi IT yang bersifat kritis.  Metode tes yang diterapkan dapat berbentuk :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penggunaan tool yang menscan kelemahan sistem secara automatis  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya Evaluasi dan sekuriti tes (ST&amp;amp;E), atau  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan penetrasi tes&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Penggunaan tools untuk mencek kelemahan sistem diterapkan pada grup perusahaan dengan kelengkapan jaringan komputer yang memadai, yang digunakan untuk memindai beberapa servis sistem yang disinyalir lemah (seperti : Diperbolehkannya anonymous FTP, sendmail automatis, dll).  Strategi ST&amp;amp;E merupakan metode tes yang di terapkan pada saat proses penilaian atas resiko dilakukan.  Metode ini diterapkan saat pengembangan dan eksekusi atas Sistem Informasi berjalan yaitu pada bagian &lt;em&gt;test plan&lt;/em&gt;.  Kegunaan dari metode ini adalah untuk melihat efektifitas dari kontrol atas sekuriti dari sistem IT terimplementasikan dalam kondisi sistem beroperasi.  Penetrasi tes merupakan metode yang digunakan sebagai pelengkap dalam memeriksa kontrol atas sekuriti dan menjamin tidak adanya masalah sekuriti yang mungkin timbul pada sistem IT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bentuk keluaran yang timbul pada langkah ketiga ini memungkinkan pihak penilai resiko mendapatkan daftar dari kelemahan sistem yang dapat dianggap sebagai potensi dari sumber ancaman di kemudian hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Langkah 4. Analisa pengawasan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Tujuan yang diharapkan pada langkah ini adalah untuk menganalisa penerapan kontrol yang telah diimplementasikan atau yang direncanakan.  Bagi organisasi langkah ini perlu untuk meminimalisasi atau bahkan mengeliminasi probabilitas kemungkinan yang timbul dari sumber ancaman atau potensi kelemahan atas sistem.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Metode pengawasan&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode pengawasan terdiri atas metode yang bersifat teknis maupun non teknis.  Metode pengawasan secara teknis merupakan salah satu upaya perlindungan kepada organisasi dalam hal perlindungan terhadap perangkat keras komputer, perangkat lunak maupun mekanisme akses kontrol yang digunakan, sedangkan metode nonteknis lebih ditekankan kepada pengawasan atas manajemen dan operasional penggunaan sistem IT di organisasi tersebut, seperti penerapan policy keamanan, prosedur operasional, maupun manajemen personel yang ada. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kategori pengawasan&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kategori pengawasan baik secara teknis maupun non teknis dapat diklasifikasikan dalam 2 pendekatan yaitu pendekatan preventif atau detektif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pendekatan preventif &lt;/strong&gt;adalah upaya untuk mencegah upaya pelanggaran atas policy keamanan seperti pengaksesan atas sistem IT atau tindakan lain misalnya dengan cara mengenkripsi informasi atau menerapkan otentifikasi atas informasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan detektif adalah cara untuk memperingati pengguna atas terjadinya pelanggaran atau percobaan pelanggaran atas policy keamanan yang ada, metode ini contoh pada Microsoft Windows dengan menggunakan teknik audit trails, metode deteksi penyusupan atau teknik checksum. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Teknis analisa pengawasan&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Analisa pengawasan atas policy keamanan dapat menggunakan teknik checklist pengguna yang mengakses sistem IT atau dengan penggunaan checklist yang tersedia untuk memvalidasi keamanan, hal paling penting pada tahap ini adalah mengupdate terus menerus atas checklist pengguna sistem untuk mengontrol pemakai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil yang diharapkan muncul pada tahap ini adalah tersedianya daftar kontrol yang digunakan dan yang sedang direncanakan oleh sistem IT untuk memitigasi kemungkinan adanya kelemahan atas sistem dan memperkecil dampak yang mungkin timbul atas penerapan policy keamanan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Langkah 5. Menerapkan beberapa kemungkinan&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada langkah ini, semua skalabilitas kemungkinan yang mungkin timbul dari kelemahan sistem didefinisikan.  Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam upaya mendefinisikan skalabilitas seperti : &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Motif dan kapabilitas dari sumber ancaman  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelemahan bawaan dari sistem  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eksistensi dan efektifitas kontrol yang di terapkan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Adapun level skalabilitas dari ancaman menurut Roger S. Pressman [3], dapat di definisikan dalam 4 kategori yang didefinisi dalam tabel berikut :&lt;/p&gt; &lt;table cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Ancaman&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Definisi&lt;/strong&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Catastrophics &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pada level ini tingkat ancaman dapat dikategorikan sangat merusak, dimana sumber ancaman memiliki motif besar saat melakukan kegiatannya.  dampak yang ditimbulkan dari tingkat ini dapat membuat sistem tidak berfungsi sama sekali.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Critical&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Level ini dapat dikategorikan cukup membuat merusak sistem IT, akan tetapi penggunaan kontrol yang diterapkan pada sistem telah dapat menahan kondisi kerusakan sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang besar pada sistem.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Marginal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pada level ini kontrol keamanan mampu mendeteksi sumber ancaman yang menyerang sistem IT, walau tingkat kerusakan pada sistem masih terjadi akan tetapi masih dapat di perbaiki dan dikembalikan kepada kondisi semula&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Negligible&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pada level ini sumber ancaman tidak dapat mempengaruhi sistem, dimana kontrol atas sistem sangat mampu mengantisipasi adanya kemungkinan ancaman yang dapat mengganggu sistem&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Hasil dari langkah kelima ini adalah terdefinisikan ancaman dalam beberapa tingkat tertentu, yaitu &lt;em&gt;kategori catastrophic, critical, marginal&lt;/em&gt; atau negligible&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Langkah 6. Analisa dampak&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Analisa dampak merupakan langkah untuk menentukan besaran dari resiko yang memberi dampak terhadap sistem secara keseluruhan.  Penilaian atas dampak yang terjadi pada sistem berbeda-beda dimana nilai dari dampak sangat tergantung kepada &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tujuan sistem IT tersebut saat di kembangkan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kondisi sistem dan data yang bersifat kritis, apakah dikategorikan penting atau tidak  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem dan data yang bersifat sensitif&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Informasi tersebut di atas, dapat diperoleh dari sumber dokumentasi pengembangan sistem di organisasi yang mengembangkan sistem informasi.  Analisa dampak bagi beberapa kalangan dapat juga disebut sebagai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;BIA (Business Impact Analysis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dimana skala prioritas atas sumber daya yang dimiliki memiliki level yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dampak yang ditimbulkan oleh suatu ancaman maupun kelemahan, dapat dianalisa dengan mewawancarai pihak-pihak yang berkompeten, sehingga didapatkan gambaran kerugian yang mungkin timbul dari kelemahan dan ancaman yang muncul. Adapun dampak kerugian yang mungkin timbul dari suatu resiko dikategorikan dalam 3 (tiga) kemungkinan yang mana dampak tersebut dapat berkonsekuensi atas satu atas kombinasi dari ketiga hal tersebut. Dampak yang timbul dapat mengarah kepada : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Dampak atas Confidentiality (Kenyamanan).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak ini akan berakibat kepada sistem dan kerahasiaan data dimana sumber daya indormasi akan terbuka dan dapat membahayakan keamanan data. Penyingkapan atas kerahasiaan data dapat menghasilkan tingkat kerugian pada menurunnya kepercayaan atas sumber daya informasi dari sisi kualitatif, sedang dari sisi kuantitatif adalah munculnya biaya perbaikan sistem dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan recovery atas data &lt;/p&gt;&lt;p&gt;b· &lt;b&gt;&lt;i&gt;Dampak atas Integrity (Integritas)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak integritas adalah termodifikasikan suatu informasi, dampak kualitatif dari kerugian integrity ini adalah menurunkan tingkat produktifitas kerja karena gangguan atas informasi adapun dampak kuantitatif adalah kebutuhan dana dan waktu merecovery informasi yang berubah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;c· &lt;b&gt;&lt;i&gt;Dampak atas Availability (Ketersediaan)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerugian ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap misi organisasi karena terganggunya fungsionalitas sistem dan berkurangnya efektifitas operasional. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun hasil keluaran dari langkah ke 6 ini adalah kategorisasi dampak dari resiko dalam beberapa level seperti dijelaskan pada langkah 5 yang di implementasikan terhadap tingkat CIA tersebut di atas. &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Langkah 7. Tahap Penentuan Resiko&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Dalam tahap ini, dampak resiko didefinisikan dalam bentuk matriks sehingga resiko dapat terukur. Bentuk dari matriks tersebut dapat berupa matriks 4 x 4, 5 x 5 yang tergantung dari bentuk ancaman dan dampak yang di timbulkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Probabilitas dari setiap ancaman dan dampak yang ditimbulkan dibuat dalam suatu skala misalkan probabilitas yang timbul dari suatu ancaman pada langkah ke 5 di skalakan dalam nilai 1.0 untuk tingkat Catastrophics, 0,7 untuk tingkat critical, 0,4 untuk tingkat marginal dan 0,1 untuk tingkat negligible. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun probabilitas dampak pada langkah ke 6 yang timbul di skalakan dalam 4 skala yang sama dengan nilai 4 dampak, dimana skala sangat tinggi di definisikan dalam nilai 100, tinggi dalam nilai 70, sedang diskalakan dalam penilaian 40 dan rendah diskalakan dalam nilai 10, maka matriks dari langkah ke 7 ini dapat di buat dalam bentuk :&lt;/p&gt; &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt; &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 55.05pt;" rowspan="2"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Tingkat Ancaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 172.85pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" colspan="4"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Dampak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Sangat Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;(100)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;(70)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Sedang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;(40)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.25pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;Rendah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:8pt;"&gt;(10)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 55.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;Catastrophic (1,0)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;100 x 1= 100&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;70 x 1 = 70&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;40 x 1 = 40&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.25pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;10 x 1 = 10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 55.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;Critical (0,7)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;100 x 0,7 = 0,7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;70 x 0,7 = 49&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;40 x 0,7 = 28&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.25pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;10 x 0,7 = 7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 55.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;Marginal (0,4)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;100 x 0,4 = 40&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;70 x 0,4 = 28&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;40 x 0,4 = 16&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.25pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;10 x 0,4 = 4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style=""&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 55.05pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;Negligible (0,1)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 42.5pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;100 x 0,1 = 10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 41.9pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;70 x 0,1 = 7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.2pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;40 x 0,1 = 4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.25pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Arial Narrow','sans-serif';font-size:8pt;"  &gt;10 x 0,1 = 1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;h3&gt;Langkah 8. Rekomendasi kontrol&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Setelah langkah mendefinisikan suatu resiko dalam skala tertentu, langkah ke delapan ini adalah membuat suatu rekomendasi dari hasil matriks yang timbul dimana rekomendasi tersebut meliputi beberapa hal sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi tingkat keefektifitasan suatu sistem secara keseluruhan  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi yang berhubungan dengan regulasi dan undang-undang yang berlaku  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi atas kebijakan organisasi  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi terhadap dampak operasi yang akan timbul  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rekomendasi atas tingkat keamanan dan kepercayaan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Pendefinisian skala rekomendasi yang dibuat berdasarkan skala prioritas dari organisasi tersebut.  &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Langkah 9. Dokumentasi hasil pekerjaan&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Langkah terakhir dari pekerjaan ini adalah pembuatan laporan hasil investigasi atas resiko bidang sistem informasi. Laporan ini bersifat laporan manajemen yang digunakan untuk melakukan proses mitigasi atas resiko di kemudian hari. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;4. KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Pendekatan manajemen resiko dalam pembangunan IT merupakan proses penting untuk menghindari segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat IT tersebut dalam proses pengembangan, maupun saat maintenance dari IT dilaksanakan. Proses penganalisaan dampak resiko dapat di susun dalam bentuk matriks dampak untuk memudahkan para pengambil kebijakan pada proses mitigasi resiko. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;5. DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;[1] Bonham, Stephen S., “IT Project Portfolio Management”, Artech House, Boston, 2005;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;[2] O’ Brien, James A, “Management Information Systems, 4th Edition”, Galgotia Publications Pvt, Ltd, New Delhi, 1999;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;[3] Pressman, Roger S., “Software Engineering A Pratitioner’s Approach : 6th Ed.”, McGraw Hill,New York, 2005;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;[4] Stoneburner, Gary et. al, “Risk Management Guide for Information Technology Systems”, U.S. Departement of Commerce, 2002;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;[5] Blyth, Andrew &amp;amp; Gerald L. Kavacich, Information Assurance – Security in the Information Environment 2nd Edt., Springer Verlag, London, 2006;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-975450394455334776?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/975450394455334776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/09/strategi-pendekatan-manajemen-resiko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/975450394455334776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/975450394455334776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/09/strategi-pendekatan-manajemen-resiko.html' title='Strategi Pendekatan Manajemen Resiko Dalam Pengembangan Sistem Informasi'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIMU65TNCI/AAAAAAAAAAw/DNYToavqWhE/s72-c/images+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1589759310314579179.post-7464565642983045434</id><published>2009-09-15T23:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T03:24:16.936-07:00</updated><title type='text'>Manajamen Proyek Sebagai Suatu Pengantar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIOQW8xFmI/AAAAAAAAAA4/a3MMskcGGLs/s1600-h/images+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIOQW8xFmI/AAAAAAAAAA4/a3MMskcGGLs/s320/images+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382380178862315106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pengertian &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Era sekarang ini banyak kita menemukan contoh adanya proyek baik itu proyek skala kecil maupun besar, proyek komersial maupun pelayanan umum. Pembangunan pelabuhan, pembangunan bandar udara dan lain-lain disebut proyek, sementara itu kegiatan manusia yang lain seperti menanam padi, pembayaran gaji bulanan dan pelaksanaan perkuliahan tidak dinamakan proyek. Apa yang dimaksud dengan proyek ? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawaban dari pertanyaan ini dapat dilihat dari aspek tujuan, siklus hidup, kompleksitas, keunikan dan konflik sumber daya yang terjadi. &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tujuan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Suatu proyek biasanya mempunyai suatu aktivitas yang berlangsung dlam waktu tertentu dengan hasil akhir tertentu. Proyek dapat dibagi dalam sub-sub pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memcapai tujuan proyek secara keseluruhan. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kompleksitas &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek biasanya melibatkan beberapa fungsi organisasi karena diperlukan bermacam-macam keahlian dan bakat dari berbagai disiplin ilmu. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keunikan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Suatu proyek mempunyai ciri tersendiri yang berbeda dari apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak permanen &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek adalah aktivitas temporer artinya suatu proyek memiliki batasan waktu tertentu &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketidakbiasaan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek biasanya menggunakan teknologi baru dan memiliki elemen yang tidak pasti dan beresiko. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Siklus Hidup &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Selama proses, proyek akan melewati beberapa fase yang disebut siklus hidup proyek  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proyek adalah suatu jenis program yang disusun secara terperinci sebagai suatu bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dan didalamnya secara konkrit ditetapkan tujuan dan hasil yang akan dicapai, lokasi jelas, organisasi pelaksana, biaya dan jadwal waktu serta anggarannya tertuang dalam suatu dokumen &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Komponen Proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Suatu proyek terdiri atas beberapa komponen yang mendukung yaitu :  &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Kemampuan&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Berhubungan dengan pengetahuan tentang projek yang akan dikerjakan, kemampuan dalam mengerjakan proyek tersebut, dan pengalaman yang dibutuhkan yang bertujuan untuk mengurangi faktor resiko yang terjadi dari suatu proyek yang akan dikerjakan &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Perangkat Bantu&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Alat bantu yang dibutuhkan oleh seorang manajer proyek untuk meningkatkan kemampuan menangani suatu proyek dalam bentuk perangkat lunak maupun perangkat keras, seperti dalam hal dokumentasi, perencanaan, permodelan, audit maupun pengevaluasian proyek &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Proses&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Adalah suatu teknis dan urutan kebutuhan yang dapat di monitor dan di kontrol dalam waktu tertentu meliputi waktu, dana, kualitas, resiko maupun bidang garapan proyek.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt; &lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Manajemen Proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Secara tradisional pengertian manajemen adalah meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penempatan orang, pengendalian dan pengarahan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumberdaya tertentu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen Proyek mempergunakan personil untuk ditempatkan pada tugas tertentu dalam proyek &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt; &lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ciri-ciri Manajemen Proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Mekanisme proyek dalam hubungannya dengan pengelolaan, organisasi dan sumber daya mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai berikut : &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembawa tunggal untuk mencapai satu tujuan proyek.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumber daya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertanggung jawab menyatukan orang-orang dari berbagai fungsi/disiplin yang bekerja.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt; &lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Macam-macam Proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Proyek Kapital &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek ini biasanya berupa pengeluaran biaya untuk pembebasan tanah, pembelian peralatan, pemasangan fasilitas dan konstruksi gedung &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Proyek Penelitian dan Pengembangan &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek ini bisa penemuan produk baru, temuan alat baru dll. proyek ini dapat muncul dilembaga komersial maupun pemerintah. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Proyek yang berhubungan dengan manajemen service &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Proyek ini sering uncul dalam perusahaan maupun instansi pemerintah. Proyek ini bisa berupa perancangan struktur organisasi, pembuatan sistem informasi manajemen, peningkatan produktifitas perusahaan. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt; &lt;h2&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Batasan suatu proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Batasan suatu proyek menurut teori klasik menyatakan bahwa proyek terdiri atas 3 hal yaitu :  &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ruang Lingkup  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dana &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Seiring dengan perkembang jaman, manajemen proyek memiliki beberapa batasan yang mencakup :  &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Ruang Lingkup&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Ruang lingkup proyek meliputi tata cara untuk menentukan waktu proyek dimulai, perencanaan lingkup proyek yang akan di garap, pendefinisian ruang lingkup proyek, verifikasi proyek serta kontrol atas perubahan yang mungkin terjadi saat proyek tersebut di mulai.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Meliputi tata cara mendefinisikan suatu aktifitas, menentukan urutan-urutan kejadian atas proyek, mendefinisikan durasi/lama waktu dari setiap pekerjaan, pengembangkan suatu skedul serta merencanakan kontrol atas skedul tersebut&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Dana&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Meliputi tata cara untuk merencanakan sumber dana proyek, mengestimasikan harga dan sumber daya, mendefinisikan budget, serta mengontrol keuangan&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Kualitas&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Meliputi kegiatan perencanaan kualitas, perencanaan jaminan atas suatu kualitas berdasarkan standar tertentu, serta pengontrolan atas kualitas&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Resiko&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Meliputi perencanaan atas manajemen resiko, mengidentifikasikan resiko yang timbul dari suatu proyek, menganalisa kuantitatif dan kualitatif suatu resiko, merencanakan tindakan yang akan diambil dari suatu resiko yang timbul serta memonitor setiap resiko yang mungkin muncul dari suatu proyek&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Sumber Daya Manusia&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Manajemen sumber daya manusia meliputi kegiatan perencanaan atas sumber daya manusia yang akan mengerjakan proyek, perekrutan tenaga kerja, serta pembangunan team&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Logistik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Manajemen logistik meliputi tahapan perencanaan kebutuhan sumber daya untuk kegiatan proyek, perencanaan tender, proses tender dan penentuan pemenang tender, administrasi atas kontrak pembelian, dan tata cara penutupan kontrak.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Komunikasi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Meliputi kegiatan perencanaan komunikasi atas level sumber daya, distribusi informasi, laporan kemajuan proyek dan pembuatan administrasi akhir proyek sebelum diserah terimakan.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Manajemen Integrasi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan pengembangan, perencanaan tata pelaksanaan suatu proyek dan kontrol atas perubahan secara terintegrasi dari suatu proyek&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="525"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun batasan dari manajemen proyek tersebut di gambarkan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;&lt;img src="http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/oke.Aplikasi/menpro.gif" alt="" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/oke/image_5F00_2.png"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                                                             Published                 Tuesday, September 02, 2008 2:08 PM        by        &lt;a href="http://mugi.or.id/members/oke/default.aspx"&gt;Oke Hendradhy&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1589759310314579179-7464565642983045434?l=sandytiasutedja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/feeds/7464565642983045434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/09/manajamen-proyek-sebagai-suatu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7464565642983045434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1589759310314579179/posts/default/7464565642983045434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sandytiasutedja.blogspot.com/2009/09/manajamen-proyek-sebagai-suatu.html' title='Manajamen Proyek Sebagai Suatu Pengantar'/><author><name>sandy tia suteja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15838110747163092398</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SusC45REvjI/AAAAAAAAABY/Gq6KLLe5bAs/S220/DSC08547.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_adezJo-pDjI/SrIOQW8xFmI/AAAAAAAAAA4/a3MMskcGGLs/s72-c/images+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
